Calon Doktor Program PMDSU Hasilkan 547 Publikasi Bereputasi

JAKARTA, KRJOGJA.com – Sebanyak 228 calon Doktor muda menghadiri Anjangsana Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) Tahun 2019.  Para peserta tersebut merupakan mahasiswa penerima beasiswa PMDSU Batch III yang berasal dari 11 perguruan tinggi pengampu program. Melalui kegiatan ini, para mahasiswa berkesempatan untuk menjalin jejaring sesama penerima PMDSU sekaligus mendapatkan materi dari berbagai tokoh nasional.

Program PMDSU sendiri merupakan skema beasiswa percepatan studi S-2 sekaligus S-3 selama empat tahun masa studi di perguruan tinggi terbaik dalam negeri. Dirjen Sumber Daya Iptek Dikti, Ali Ghufron Mukti menyebut, PMDSU menjadi terobosan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) untuk melahirkan dosen dan peneliti unggul masa depan. Pasalnya, para mahasiswa PMDSU ini diproyeksikan akan lulus Doktor pada usia di bawah 30 tahun.

"Kita membutuhkan dosen muda karena dengan adanya perkembangan teknologi dan informasi yang pesat, dosen millennial ini akan lebih mudah untuk beradaptasi. Di sisi lain, banyak pula dosen yang mulai pensiun. Namun untuk regenerasi dosen, kita masih memiliki tantangan, terutama pada peningkatan kualifikasinya" sebut Dirjen Ghufron di Hotel Sahid Jakarta, Selasa (15/10) malam

Berdasarkan data Sistem Informasi Sumber Daya Terintegrasi (SISTer) per Oktober 2019, jumlah dosen yang berusia di bawah 40 tahun sebanyak 104.470 dosen dari total 253.214 dosen. Dari jumlah tersebut, sebagian besar masih berkualifikasi Master karena dari populasi dosen Indonesia, baru sekira 15% yang sudah berkualifikasi Doktor. Dengan adanya skema PMDSU, Dirjen Ghufron pun optimis para lulusannya nanti dapat mengisi kebutuhan SDM untuk kemajuan pendidikan tinggi Tanah Air.

"Biaya meluluskan Doktor dari PMDSU hanya satu per tiga dari biaya yang dibutuhkan untuk menyekolahkan Doktor di luar negeri. Dengan kualitas yang tak kalah baik. Bahkan, mereka ini lebih produktif, ada yang sudah menerbitkan lebih dari lima publikasi internasional, dan ada yang mencapai 22 publikasi," imbuh Dirjen Ghufron.

Pada kesempatan yang sama Menristekdikti Mohamad Nasir juga mengapresiasi para mahasiswa PMDSU yang sudah cukup banyak menyumbang jumlah publikasi internasional. Tercatat hingga 9 September 2019, 547 publikasi telah dihasilkan oleh 211 mahasiswa PMDSU dan 133 promotor.  Adapun dari PMDSU Batch III, publikasi terbanyak sementara diraih oleh Alexader Patera Nugraha (Unair) dengan 22 publikasi.  Kemudian disusul oleh Putri Cahaya Situmorang (USU), R. Joko Kuncoro (Unair), dan Suhailah (Unair) masing-masing dengan 5 publikasi. 

"Untuk mewujudkan SDM Unggul, Indonesia Maju sebagaimana visi Pemerintah, kita memerlukan inovasi-inovasi pada pendidikan. Salah satunya, yaitu melalui PMDSU. Para mahasiswa PMDSU ini adalah anak-anak bangsa yang bertalenta. Dan kami akan melakukan beragam program terobosan lain untuk mencari talenta-talenta terbaik," tutur Menteri Nasir. (Ati)

BERITA REKOMENDASI