Cegah Kasus Gizi Buruk di Asmat, Pemerintah Optimalkan Program Air Bersih

JAKARTA, KRJOGJA.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) angkat suara mengenai masalah gizi buruk dan wabah penyakit di Kabupaten Asmat, Papua. Pihaknya menyatakan kalau masalah gizi buruk itu disebabkan oleh minimnya ketersediaan air bersih.

Direktur Keterpaduan Infrastruktur Permukiman (KIP) Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Dwityo Akoro Soeranto dalam keterangannya mengatakan, faktor penyebab tersebarnya penyakit di wilayah tersebut sama dengan kasus stunting pada balita yang sedang marak terjadi, yakni lingkungan yang tidak sehat.

"Penduduk Asmat tinggalnya di atas rawa-rawa. Mereka juga buang air besarnya langsung ke bawah, membuat nyamuk dan sebagainya berkembang biak, lalu anak-anak bermain di sana tidak pakai sendal. Semua itu adalah awal pencemaran, lingkungan yang tidak sehat," tutur dia, Selasa (6/2/2018) malam.

Dwityo menyebutkan, Kementerian PUPR telah berkolaborasi dengan pihak kementerian dan lembaga terkait lainnya, antara lain Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Desa (Kemendes), lewat pengadaan program air bersih dan sanitasi.

"Penanganan air bersih dan sanitasi tidak bisa terpisah satu sama lain. Kami telah ada program Pamsimas (Program Air Minum Berbasis Masyarakat) di Asmat. Dari 15 distrik di Kabupaten Asmat, ada 12 lokasi yang sudah ada Pamsimasnya," ujar dia.(*)

BERITA REKOMENDASI