Cegah Kecurangan, BPJS Kesehatan Kembangkan Sistem TI

JAKARTA, KRJOGJA.com –  Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan Wahyuddin Bagenda mengatakan guna mencegah kecurangan (Fraud) BPJS Kesehatan mengembangkan sistem teknologi informasi . Sistem digital tersebut sudah dijalankan sejak 2017 melalui Mobile JKN dan terus diperbarui sampai 2020.

“Pada 2018 kami tingkatkan untuk sistem big data dan sucurity. Lalu masuk ke implementasi close payment. Sedangkan 2019 kami sudah masuk ke layanan klaim digital,” tutur Wahyuddin dalam web seminar, Rabu ( 1/7 2020)

Selanjutnya pada 2020, BPJS Kesehatan mulai mengembangkan sistem smart collaboration dan artificial inteligence untuk mengimplementasikan klaim digital di level fasilitas kesehatan tingkat rujukan. Mobile JKN yang telah dirilis sejak tiga tahun lalu pun ditingkatkan fiturnya menjadi super apps yang dapat dimanfaatkan oleh peserta untuk pelbagai kebutuhan medis.

Melalui teknologi pula, Wahyuddin mengatakan peserta yang datang ke faskes akan dicek kesahihan datanya melalui finger print atau sidik jari yang terintegrasi dengan sistem teknologi milik BPJS Kesehatan. “Hasil pemanfaatan layanan ini klaimnya akan dikirim ke BPJS dan kami akan melakukan data analityc untuk verifikasi,” tuturnya.

BERITA REKOMENDASI