China Diduga Bangun Pulau Buatan Dijadikan Pangkalan Militer

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Panglima Komando Armada I TNI Laksamana Muda Muhammad Ali menyatakan pihaknya tengah menyelidiki dugaan keberadaan pulau buatan yang dijadikan sebagai markas militer oleh China di perairan Laut China Selatan.

Ali menyebut China sengaja menyulap karang-karang di perairan Laut China Selatan menjadi pulau buatan (artificialisland) untuk markas militer.

"Dibangun hingga seperti kota. Itu dibangun jadi pangkalan militer. Ini mungkin bisa saja keinginan China itu jadikan garis pangkal, meski itu bertentangan dengan hukum laut internasional," kata Ali.

Misi TNI menyelidiki dugaan keberadaan markas militer di pulau buatan China itu tak lepas dari polemik Natuna sejak Desember 2019 lalu, yang mana kapal China mengeksploitasi perairan Natuna.

Ali menyatakan pihaknya sudah memantau pulau buatan itu melalui satelit. Ia pun turut menyebut bahwa kapal coast guard China turut bermarkas di pulau buatan tersebut.

Menurut Ali, pulau buatan itu dilengkapi dengan infrastruktur militer yang lengkap. Mulai dari landasan pesawat sepanjang 3 ribu meter dan infrastruktur penunjang lainnya.

"Mereka bangun itu hanya 2-3 tahun. Gerak cepat. Padahal itu [pulau] dari karang mereka bisa bangun 3 ribu meter. Itu semua pesawat bisa mendarat di situ. Dari bomber, fighter, kargo," kata dia.

Ali menyatakan pihaknya tetap berkomitmen untuk menjaga kedaulatan perairan laut Indonesia. Ia menyatakan seluruh unsur alutsista dan aparat maritim lainnya akan melakukan operasi secara maksimal di wilayah perbatasan maritim Indonesia. (*)

BERITA REKOMENDASI