Cicit Soeharto Dilaporkan Polisi

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Cicit dari Presiden kedua RI Soeharto, Haryo Putra Nugroho, dilaporkan oleh PT Sekar Wijaya ke Polda Metro Jaya dalam dugaan penipuan soal pembelian lahan. Kuasa hukum PT Sekar Wijaya, Hermawi Taslim mengatakan kasus ini bermula saat kliennya membeli lahan seluas 2,25 hektar di Jalan Rajiman, Solo, Jawa Tengah pada September 2016. Lahan tersebut diketahui merupakan bekas Rumah Sakit Kadipolo.

Hermawi menuturkan pihaknya pernah melaporkan kasus tersebut ke Polres Solo pada 2018. Namun, proses penyidikan dihentikan lantaran proses jual beli dilakukan di Jakarta, tepatnya di Gedung Granadi.

"Setelah dilakukan penyidikan ternyata fokusnya bukan di sana (Solo), pembayarannya dilakukan di Jakarta, jadi kami melaporkan ulang ke Polda Metro Jaya," kata Hermawi.

Hermawi menuturkan permasalahan bermula ketika kliennya ingin membangun sebuah kawasan perumahan di lahan yang telah dibeli tersebut. Saat akan mengajukan izin untuk membangun, kata Hermawan, kliennya justru mendapat surat dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah.

Dalam surat bernomor 1999/19/KB/2017 tertanggal 27 Juni 2017 tersebut menyatakan bahwa lahan bekas RS Kadipolo tersebut merupakan cagar budaya. Kemudian ada pula surat dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang yang juga menyebut bahwa lahan tersebut merupakan cagar budaya.

Hal itu juga dipertegas dengan SK Wali Kota Surakarta nomor 646/116/I/1997 tentang Penetapan Bangunan-Bangunan Kuno Bersejarah di Surakarta. Atas hal itu, Hermawi menyebut kliennya mengalami kerugian Rp25 miliar, sebesar yang telah dibayarkan kepada pelapor. (*)

BERITA REKOMENDASI