Dana Cetak Sawah Dipotong, Ini Alasannya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Anggota Komisi IV dari Fraksi Golkar Ichsan Firdaus mengaku sengaja melakukan pemotongan anggaran untuk  program pencetakan sawah yang akan dilalukan oleh Kementerian Pertanian. Alasannya, Dewan melihat terdapat masalah terkait implementasi program cetak sawah. 

"Sering kali, kita mendengar cetak sawah itu tidak ada irigasinya. Semestinya irigasinya itu bukan hanya kewenangan Kementan, ada juga di Pekerjaan Umum (PU). Makanya, kita memotong anggaran untuk pencetakan sawah ini,” kata Anggota Komisi IV dari Fraksi Golkar Ichsan Firdaus, di Jakarta, Kamis (22/02/2018).

Namun, Ichsan tidak mengungkapkan berapa besar dana anggaran yang dipotong untuk pencetakan sawah ini. Hingga akhir tahun 2017 sawah yang tercetak baru sebesar 160 ribu hektare. Masih sangat jauh dibandingkan dengan target dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2015—2019 sebesar 1 juta hektare di luar pulau Jawa.
 
Ichsan memaparkan dalam rencana strategis Kementerian Pertanian program cetak sawah sudah ditargetkan sedemikian rupa tiap tahunnya. Berdasarkan rencana, pada 2015 dapat tercetak 40 ribu hektare sawah baru.

Kemudian pada 2016 bisa tercipta 130 ribu hektare sawah baru dan pada 2017 tercetak 250 ribu hektare sawah baru.  Lalu pada 2018 target dinaikkan menjadi 280 ribu hektare sawah baru dan pada 2019 ditambah 300 ribu hektare sawah baru.

Merujuk rencana tersebut, total sawah baru yang tercetak hingga 2017 seharusnya telah mencapai 420 ribu hektare. Namun pada kenyataannya, persentase realiasasinya hanya mencapai 38,10 persen atau hanya 160 ribu hektare. (Lmg)

BERITA REKOMENDASI