Dana Desa Persempit Kesenjangan Kawasan

TASIKMALAYA, KRJOGJA.com – Capaian dana desa dalam tiga tahun terakhir berhasil mengubah wajah kawasan perdesaan di Indonesia. Program ini diyakini mempersempit kesenjangan sosial dan ekonomi di Indonesia.

Pandangan ini mengemuka dalam gelar wicara bertajuk 'Membangun Desa, Desa Membangun' di Singaparna, Tasikmalaya, Minggu (10/12). Hadir sebagai pembicara dalam acara tersebut Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo, Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, serta staf khusus Kepala Kantor Staf Presiden Noer Fauzi Rachman.

Menteri Eko mengungkapkan, adanya dana desa membuat pola pembangunan kawasan perdesaan berubah dratis. Jika selama ini model pembangunan bersifat top down dari pemerintah pusat, maka dengan alokasi dana desa pemangku kepentingan desa mulai dari kepala desa, aparatur desa hingga warga desa bisa terlibat aktif dalam menentukan arah pembangunan di wilayah masing-masing.

“Pendekatan top down di masa lalu terbukti tidak berhasil membawa perubahan besar dalam pembangunan kawasan perdesaan. Saat ini pendekatan tersebut diubah. Ada komitmen besar dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menumbuhkan pembangunan partisipatif dari masyarakat perdesaan melalui dana desa,” ujarnya.

Menteri Eko mengatakan banyak sekali capaian dana desa selama tiga tahun terakhir. Dari segi infrastruktur di kawasan perdesaan, telah terbangun 121.709 kilometer jalan desa, 1.960 kilometer jembatan, 41.739 unit sarana irigasi, dan 2.047 unit embung. Dari segi layanan dasar di bidang kesehatan dan pendidikan telah terbangun 13.973 unit Posyandu, 6.041 Poliklinik Desa, 21.357 unit gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), hingga 82.356 unit MCK. (*)

BERITA REKOMENDASI