Dana Pendidikan Rawan Diselewengkan

JAKARTA, KRJOGJA.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dalam seminar nasional bertema 'Saya Perempuan Anti Korupsi (Sepak) mengingatkan bahwa dana pendidikan yang sangat besar rawan dikorupsi.

Tema ini diangkat dalam rangka memberikan inspirasi dan semangat kepada pegawai perempuan dan Dharmawanita dilingkungan Kemendikbud untuk berperan aktif dalam pencegahan tindak pidana korupsi. Hal ini sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan komitmen bahwa kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai kementerian yang bebas korupsi. 

"Program SPAK ini sebagai pelopor perempuan kemendikbud untuk antikorupsi serta terus mensosialisasikan kedepannya. Sangat bagus dan akan menjaga lembaga ini dari segala tindakan korupsi, serta menghilangkan stigma negatif Kemendikbud sebagai salah satu instansi pemerintah yang anggarannya dijadikan ladang korupsi pihak tertentu," ujarnya.

Mendikbud menjelaskan pihaknya menggandeng KPK untuk ikut mengawasi pengelolaan dana pendidikan baik di tingkat pusat maupun daerah. Selain itu, perlu ada kajian yang lebih cermat dan baik terkait dengan mekanisme dana itu. 

Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan menyebut korupsi banyak ditemukan di bidang pendidikan. Potensi korupsi itu ada di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. 

"Faktanya justru di bidang pendidikan ini yang paling banyak ditemukan korupsi. Ini fakta yang ada di KPK. Baik itu tingkat provinsi maupun tingkat kabupaten kota. Karena anggaran di sana sangat banyak, 20 persen dari APBN anggaran pendidikan," ujar Basaria.

Seharusnya, kata Basaria tempat pendidikan terbebas dari tindak korupsi. Sebab, bidang pendidikan merupakan garda terdepan untuk mendidik anak-anak bangsa.

"Ini yang harus kita kawal, supaya dana yang kita pungut dari masyarakat dimanfaatkan dengan baik oleh para pendidik dari tingkat kementerian sampai tingkat daerah untuk pendidikan anak-anak. Dan ini jadi perhatian KPK," tuturnya.(ati)

BERITA REKOMENDASI