Dari 245 Proyek Strategis Nasional, Empat Rampung

JAKARTA, KRJOGJA.com – Hingga akhir November 2017,  pencapaian pemerintah dalam pembangunan infrastruktur yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) dari 245 proyek  sebanyak 4 proyek telah selesai, 147 proyek dalam tahap konstruksi, 9 proyek dalam tahap transaksi, dan 87 proyek dalam tahap penyiapan. 

"PSN terdiri dari 245 proyek yang mencakup 15 sektor infrastruktur yang sudah dicapai sebanyak 4 proyek telah selesai, 147 proyek dalam tahap konstruksi, 9 proyek dalam tahap transaksi, dan 87 proyek dalam tahap penyiapan. Selain itu, juga ada 2 program, yaitu program ketenagalistrikan dan program industri pesawat terbang,” kata Deputi Bidang Koordinasi Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Wahyu Utomo dalam seminar bertajuk 'Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Dalam Kajian Kebijakan 2017'  di Jakarta, Kamis (14/12). 

Wahyu menjelaskan PSN kemudian diseleksi lebih lanjut berdasarkan kriteria tambahan. Pemerintah menetapkan 37 Proyek Prioritas dengan total nilai Rp 2.344 yriliun. Proyek tersebut dipantau dan didukung secara langsung oleh Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP).

Untuk Proyek Prioritas, kata Wahyu sebanyak 17 proyek telah memasuki fase konstruksi, 9 proyek dalam proses transaksi, dan 11 proyek masih dalam tahap penyiapan. Adapun rincian nilai investasi Proyek Prioritas tersebut yaitu Rp 462 triliun untuk 17 proyek prioritas yang sudah konstruksi. Sedangkan, 20 proyek yang masih dalam tahap penyiapan dan transaksi memiliki nilai investasi sebesar Rp 1.957 triliun. 

"Proyek Jalan Tol Balikpapan-Samarinda, MRT Jakarta Koridor North-South, Palapa Ring Broadband, PLTU Batang, dan Tangguh LNG Train 3 adalah beberapa contoh Proyek Prioritas yang telah mencapai tahap konstruksi,” lanjutnya. 

Khusus untuk program ketenagalistirkan 35.000 MW, Wahyu melaporkan sebanyak 3 persen (948 MW) telah beroperasi, 42 persen (15.126 MW) telah memasuki tahap konstruksi, 38 persen (13.673 MW) telah menandatangani Power Purchase Agreement, 11 persen (3.763 MW) dalam proses pengadaan, dan 6 persen (2.328 MW) dalam tahap perencanaan. (Lmg)

BERITA REKOMENDASI