Data Penerima Vaksin, Kemenkes Bakal Gunakan Data KPU

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengaku sudah tak mempercayai data terkait program vaksinasi Covid-19 yang dimiliki oleh kementerian yang ia pimpin.

“Datanya juga biar enggak salah gimana, saya udah kapok, saya enggak mau lagi pakai datanya Kemenkes, di crossing-crossing data dukcapil,” kata Budi.

Budi menjelaskan, data yang dimaksud adalah data penerima program vaksinasi. Ke depan, untuk data penerima program vaksinasi, ia bakal menggunakan data milik Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Aku pakai datanya KPU. Kita ambil KPU manual, kemarin baru pemilihan itu Jabar, kayaknya itu yang paling current, basednya untuk rakyat di atas 17 tahun,” ujar Budi.

Pemerintah sebelumnya menargetkan 181,5 juta penduduk Indonesia mendapatkan vaksinasi Covid-19. Proses vaksinasi dilakukan secara bertahap dalam periode 15 bulan, terhitung mulai Januari 2021 hingga Maret 2022.

Namun begitu, Budi mengatakan, program vaksinasi Covid-19 ini juga menemui sejumlah kendala lainnya. Salah satunya mengenai tempat penyimpanan vaksin.

Menurut dia, lemari cold chain untuk penyimpanan vaksin tidak mencukupi. Padahal, pengiriman vaksin sebanyak 1,2 juta dosis baru tahap pertama. (*)

BERITA REKOMENDASI