Dede Yusuf Sarankan Nadiem Gunakan TikTok

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Wakil Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Dede Yusuf Macan menyarankan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menggunakan media baru, seperti aplikasi TikTok, untuk merawat bahasa daerah.

Dede menyoroti catatan Kemendikbud yang menyebut 11 bahasa daerah punah dan 25 bahasa daerah terancam eksistensinya. Menurutnya, perlu pendekatan yang lebih akrab kepada generasi muda sebagai penutur.

“Saya pernah melihat TikTok ‘Culametan’ itu dilakukan oleh orang bule. Artinya apa? Ketika menyenangkan, membuat orang jadi ingin menggunakan,” katanya.

Sebelumnya, video ‘Culametan Met Met’ sempat viral dan bermula dari selorohan bocah berbahasa dan berdialek Sunda di TikTok. Itu kemudian dimodifikasi dengan musik dan dipadukan dengan gerakan tari kontemporer oleh netizen dari berbagai negara.

Dede melanjutkan selain menggunakan strategi media baru juga perlu ada kompetisi di kalangan pelajar. Misalnya, lomba puisi dan cerdas cermat berbahasa daerah. Ia menyebut itu bisa memancing keingintahuan generasi muda mempelajari bahasa ibu mereka.

Ketua DPP Partai Demokrat itu, menilai kepunahan bahasa daerah di Indonesia terjadi karena tidak ada regenerasi penutur. Dia melihat tren anak muda tak mau mempelajari dan merawat bahasa daerah masing-masing. (*)

BERITA TERKAIT