Defisit APBN Membengkak Jadi 6,38 Persen

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 kian membengkak menjadi 6,38 persen. Angkanya terus meningkat dari proyeksi terakhir yang sebesar 6,34 persen.

“Jadi, nanti akan ada penyesuaian, sekarang (tahun ini) defisitnya 6,38 persen,” ujar Jokowi.

Defisit APBN 2020 terus meningkat karena pemerintah membutuhkan dana besar untuk penanganan pandemi virus corona. Sementara, penerimaan negara terus menurun.

Namun, ia optimistis defisit APBN 2021 bisa membaik dibandingkan tahun ini. Targetnya, defisit APBN 2021 bisa sekitar 5 persen.

“Nanti tahun depan (APBN 2021) akan menjadi lima koma persen,” imbuh Jokowi.

Lalu, defisit APBN 2022 ditargetkan membaik ke level 4 persen dan APBN 2023 kembali di bawah 3 persen. Artinya, situasi normal diharapkan terjadi pada 2023.

“Defisit di Indonesia itu kecil sekali dengan situasi yang dinamis, tapi sekali lagi bandingkan dengan yang lain, Indonesia sudah sangat hati-hati,” terang Jokowi. (*)

BERITA REKOMENDASI