Desa Merupakan Akar Atau Asal Identitas Budaya Indonesia

JAKARTA, KRJOGJA.com – Pemajuan kebudayaan desa merupakan platform kerja bersama membangun desa mandiri melalui peningkatan ketahanan budaya dan kontribusi budaya desa di tengah peradaban dunia. Program ini merupakan salah satu program prioritas Direktorat Jenderal Kebudayaan, didukung oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek Hilmar Farid menjelaskan Desa merupakan akar atau asal identitas budaya Indonesia, sehingga diharapkan program Pemajuan Kebudayaan Desa dapat membuka akses informasi, membuka akses jaringan dan membuka akses pasar bagi masyarakat Desa. Selain itu, program ini juga bertujuan sebagai wadah ekspresi serta membuka ruang-ruang budaya yang selama ini sudah banyak dilakukan oleh masyarakat Desa.

“Sehingga sasaran kegiatan ini adalah masyarakat (komunitas) sebagai subjek dari pemajuan kebudayaan serta para perangkat desa. Dengan adanya peran aktif dan kolaborasi antara warga, perangkat desa dan pendampingan oleh Daya Desa serta Penggiat Budaya sehingga menghasilkan program yang komprehensif dengan sudah dibuatnya Dokumen Pemajuan Kebudayaan Desa (DPKD) sebagai bahan memasukkan kebudayaan ke dalam RPJMDes,” jelas Dirjen Kebudayaan kemdikbudristek Hilmar Farid di Jakarta, Jumat (17/12/2021).

Program Pemajuan Kebudayaan Desa tahun 2021 dilaksanakan melalui 3 (tiga) tahapan yaitu Temukenali Potensi (Juni-Juli), yaitu menggali dan mengungkap potensi budaya yang dimiliki desa dari sudut pandang masyarakat atau komunitas desa itu sendiri sebagai pemilik kebudayaannya. Pengembangan (Agustus-September) menyusun konsep pengembangan potensi budaya oleh warga bersama dengan aparat desa serta melakukan pelatihan-pelatihan, sarasehan, webinar untuk meningkatkan kapasitas sumber daya masyarakat desa sesuai dengan potensi desa yang akan dikembangkannya dan Pemanfaatan (Oktober-November) yaitu memanfaatkan potensi budaya melalui aksi nyata warga guna menyejahterakan masyarakat desa itu sendiri melalui pasar budaya, workshop, festival, pembuatan film dokumenter.

BERITA REKOMENDASI