Desmigratif Terobosan Lindungi CTKI/TKI Sejak dari Kampung

JAKARTA, KRJOGJA.com – Menaker M Hanif Dhakiri mengatakan, pembentukan Desa Migran Produktif (Desmigratif) merupakan terobosan baru sebagai bentuk kehadiran negara dalam meningkatkan pelayanan dan perlindungan kepada calon tegana kerja Indonesia (CTKI) dan tenaga kerja Indonesia (TKI) serta keluarganya diawali dari kampung halamannya.

"Karena itu, dengan nota kesepahaman ini diharapkan terjalin kerja sama yang efektif dan efisien," kata Hanif di Jakarta, Rabu (31/5/2017). Ia sebelumnya telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman 'Sinergitas Penyelenggaraan Program Desa Migran Produktif' dengan dengan delapan kementerian.

Penandatanganan otu dilakukan  Menaker M Hanif Dhakiri,  Menteri Kesehatan Nila F. Moeleok, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Puspayoga, Menteri Pariwisata Arief Yahya; Menteri BUMN yang diwakili Deputi Infrastruktur Bisnis, Hambara, serta Menteri Pemuda dan Olahraga yang diwakili Staf Ahli Bidang Kerja Sama Kelembagaan, Adiati Noerdin.

Selain melibatkan delapan kementerian, menurut Hanif, program ini melibatkan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, pemerintah desa, pihak swasta, perguruan tinggi, mitra lokal, perbankan, dan komunitas. "Untuk itu, Kemnaker akan membentuk dan memfasilitasi 400 desa kantong pengirim TKI yang dipilih sebagai Desa Migran Produktif dalam jangka waktu tiga tahun. Pada 2017 sebanyak 120 desa, 2018 sebanyak 130, serta 150 desa pada 2019," jelasnya.

Mengenai ruang lingkup kerja sama antarkementerian ini, kata Hanif, meliputi pertukaran data dan informasi, pembangunan pusat layanan migrasi, penumbuhkembangan usaha produktif desa atau kawasan perdesaan migran produktif berbasis sumber daya alam, dan teknologi tepat guna. Menkes Nila F. Moeloek menyambut baik kerja sama tersebut. "Harus dipastikan TKI yang berangkat ke luar negeri dalam kondisi sehat. Program Desmigratif juga bagian dari penanganan penyakit secara preventif," tegasnya.

Terdapat empat pilar utama dalam program Desmigratif. Pilar pertama adalah pusat layanan migrasi yang melayani warga desa yang hendak berangkat ke luar negeri dari pemerintah desa. Informasi yang didapatkan antara lain informasi pasar kerja, bimbingan kerja, informasi mengenai bekerja ke luar negeri, termasuk dokumen awal. (Ful)

 

BERITA REKOMENDASI