Diakuisisi Pupuk Kaltim, Kalianusa Raup Profit dan Sertifikat ISPO Pertama

Editor: Ivan Aditya

BONTANG, KRJOGJA.com – Setelah resmi diakuisisi PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim atau PKT) sebagai Pemegang Saham Mayoritas di 2019, PT Kalimantan Agro Nusantara (Kalianusa) mampu mencatatkan prestasi tertinggi sepanjang sejarah berdirinya perusahaan dengan mendapatkan perolehan laba senilai Rp 50 miliar sampai dengan November 2021. Tak berhenti sampai disitu, capaian laba tersebut turut diiringi perolehan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) pada 5 Desember 2021.

Direktur Utama PKT Rahmad Pribadi mengungkapkan apresiasi atas prestasi yang diraih Kalianusa, Kalianusa telah berhasil meraih profit sekaligus resmi mendapatkan sertifikasi ISPO. Kedua capaian ini merupakan hadiah yang luar biasa bagi PKT. “Sejak Kalianusa resmi bergabung ke dalam PKT, bersama-sama kami terus melakukan upaya efisiensi dalam hal manajemen usaha dan peningkatan produksi, yang kami lakukan tanpa menambah atau membuka lahan baru. Setelah kami lakukan selama dua tahun belakangan ini, hasilnya sangat positif” ujarnya dalam surat elektronik, Selasa (21/10/2021).

Rahmad menyampaikan PKT melihat besarnya potensi pengembangan industri oleokimia dan turunannya yang merupakan produk lanjutan dari Crude Palm Oil (CPO) atau minyak kelapa sawit sehingga mengakuisisi Kalianusa. Hasilnya, Kalianusa telah melakukan pengapalan perdana sebesar lebih dari 2.000 ton minyak sawit mentah hasil produksi perusahaan pada 2020.

“Tidak berhenti di capaian secara bisnis, komitmen PKT dan Kalianusa terhadap industri sawit yang berkelanjutan juga tertera dalam perolehan sertifikasi ISPO dari Lembaga Sertifikasi PT Tafa Sertifikasi Indonesia. Sertifikasi ini memastikan industri kelapa sawit di Indonesia dijalankan memperhatikan aspek lingkungan dan keberlanjutan secara menyeluruh, sehingga dapat meningkatkan daya saing CPO Indonesia di pasar global,” tuturnya.

Sertifikasi ISPO ini menjadi salah satu bentuk komitmen PKT dan anak usahanya Kalianusa terhadap penguatan pilar Environment, Social, and Governance (ESG) dalam seluruh lini usaha. Sertifikasi ini juga menjadi bukti bahwa produk sawit yang dihasilkan ramah lingkungan, sustainable dan diharapkan mampu bersaing dengan komoditas sawit dari negara lain di pasar global, selaras dengan arah perusahaan yang akan melakukan diversifikasi usaha ke arah energi terbarukan di masa depan.

Luas lahan yang tersertifikasi ISPO milik Kalianusa saat ini tercatat sebesar 5.771 Ha, yang terletak di Kecamatan Rantau Pulung dan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, Kaltim. Total luas lahan Kalianusa sendiri saat ini tercatat mencapai 6.997 Ha tanaman menghasilkan dan 214,66 Ha tanaman belum menghasilkan. Sisanya sebanyak sekitar 889 ha akan disertifikasi ISPO segera setelah HGU terbit bersamaan dengan kebun plasma seluas 1.180 Ha. Dari lahan tersebut, perusahaan dapat memproduksi 30 ton tandan buah segar (TBS)/jam yang menghasilkan CPO sebesar 40 ribu ton per tahunnya. (Ira)

BERITA REKOMENDASI