Dibutuhkan, Peningkatan SDM Berciri Indonesia

Jakarta -Selama tahun 2019, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) telah mengamati berbagai isu dan peristiwa nasional, internasional dan internasional berdampak lokal, serta juga melakukan beragam upaya dalam kerangka membantu mengatasi permasalahan yang dihadapi masyarkat dan bangsa Indonesia. 

Hal tersebut dikatakan Prasetyo Sunaryo,  Ketua DPP.  LDII yang didampingi pengurus  lainnya Chriswanto Santoso dan Iskandar Siregar dalam diskusi akhir tahun bersama wartawan di Jakarta.  Senin (30/12).

Dijelaskan pengaruh dampak perang dagang terhadap kehidupan ekonomi nasional,yang berakumulatif dengan dampak dari perlambatan ekonomi dunia ini sudah mulai berimbas pada perekonomian domestik. "Antara lain, sudah lebih dari lima tahun pertumbuhan ekonomi kita stagnan pada kisaran 5 persen saja," kata Prasetyo. 
Di doemstik,   tambahnya,  hubungan-hubungan kelembagaan antara fungsi-fungsi otoritas terhadap upaya meningkatkan hubungan harmonis antar komponen bangsa termasuk bagaimana hubungan negara dengan ormas, merupakan sebagian dari dinamika perubahan sosial politik ekonomi.

Dalam hal ini  detereminan factornya adalah perubahan teknologi, energi, pangan, perebutan Sumber Daya Alam (SDA) dan transportasi. Dampak perubahan yang sangat jelas strategis adalah terjadinya era keterbukaan yang secara evolutive akan menuju ekualitas-transparantif dengan konsekuensi terjadinya reduksi pendekatan hirarkhis dalam hubungan-hubungan antar manusia dalam berbagai kegiatannya dan menuju hubungan fungsional. 
Hal lain yang kontekstual sifatnya adalah pengamatan Lembaga internasional bahwa di Indonesia sedang terjadi kondisi learning poverty (miskin belajar) dan krisis kemampuan baca pada sebagaian generasi penerus Indonesia memerlukan penanganan tersendiri.    
"Untuk menyelasaikan persoalan abad XXI dengan cara abad XXI, maka perlu dimulai dengan membangkitkan kembali nasionalisme yang kompatibel dengan kondisi abad XXI, " jelas Prasetyo. 
Mencermati terjadinya perang dagang, keluarnya Inggris dari Uni Eropah, kemudian beberapa negara besar justra telah meningkatkan anggaran pertahanannya, sementara di sisi lain proses terjadinya migrasi penduduk besar-besaran yang pada tahun 2017 telah mencapai angka hampir 300 juta-an. Peningkatan kerja sama bilateral, pencarian model kerja sama multilateral yang sedang mencari bentuk baru, disamping Lembaga multi lateral yang sudah ada, semakin menjelaskan  perlunya peningkatan identitas nasional.
Dalam keadaan seperti itu maka nilai-nilai luhur pembentuk budaya bangsa perlu mendapatkan perhatian dan perawatan yang memadai.Oleh karena pencermatan tersebut, maka persoalan abad XXI harus diselesaikan dengan factor instrumental yang telah tersedia di abad XXI dengan mengindahkah nilai-nilai luhur budaya bangsa, baik yang bersifat universal (jujur-amanah) maupun yang persifat  khusus seperti toto-kromo, adat istiadat, dan seni budaya.
Memperhatikan keadaan diatas, maka perlu peningkatan kualitas SDM berciri ke-Indonesiaan. Bila mencermati geografis Indonesia  yang khusus menghasilkan ekosistim Indonesia yang bercirikan ,vulcanik, tropis dan kepulauan/kelautan, maka kualitas SDM Indonesia yang diperlukan adalah SDM yang berkemampuan mendayagunakan SDA berbasis daerah vulkanik (vulcanic based material), yang termasuk didalamnya material yang diperlukan untuk keperluan pengembangan teknologi digital perlu disiapkan, kemudian SDA tropis (kekayaan hayati) dan SDA kelautan, pantai dan pesisir. SDM yang berkemampuan mendayagunakan jenis2 SDA seperti itu yang perlu dikembangkan di Indonesia, baik dalam perspektif Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dan perspektif ke wirausahaan dan ke wira upayaan terkait dengan ketersediaan SDA-SDA tersebut.
Pada 2020, Indonesia akan memiliki 269,6 juta penduduk dan pada periode emas 2045 diperkirakan mencapai 309 juta jiwa. Saat ini, 68,7 persen jumlah penduduk adalah usia produktif (15-64 tahun). Untuk itu, menyiapkan pendidikan berkualitas merupakan tantangan seluruh komponen bangsa agar terwujud SDM berkualitas sesuai dengan kebutuhan bangsa Indonesia abad XXI.  (sim) 

 

BERITA TERKAIT

11 Desa Kekurangan Pendaftar Panwaslu Desa

26 Februari 2020, 12:10:35 WIB

Jalan Pleret – Banguntapan Diperbaiki

26 Februari 2020, 11:49:45 WIB

Sambut ‘Bali Baru’, Forum DTW Dibentuk

26 Februari 2020, 11:35:28 WIB

BPBD Siapkan Jalur Evakuasi Kawasan Rawan Longsor

26 Februari 2020, 11:29:30 WIB