Diduga Bom Bunuh Diri di Surabaya, Dua Polisi Jadi Korban

SURABAYA, KRJOGJA.com – Ledakan bom terjadi hampir bersamaan di empat lokasi di Surabaya. Sejumlah korban yang diduga bom bunuh diri ini dilarikan ke Rumah Sakit Wiliam Booth, Jalan Diponegoro, Surabaya.

"Korban banyak yang dilarikan ke rumah sakit William Booth," kata Herry Prasetyo, salah satu petugas medis saat dihubungi Okezone, Minggu (13/5/2018).

Kata Heri, selain rumah sakit tersebut, beberapa korban juga dievakuasi ke beberpa rumah sakit di Surabaya. Seperti, Rumah Sakit RKZ dan Rumah Dokter Sutomo.

Heri belum bisa menyebut berapa jumlah korban dari inseden ledakan bom tersebut. Sementara informasi yang dapat dihimpun. Untik insiden ledakkan di Gereja Katolik Santa Maria, Jalan Ngagel Madya, Surabaya korban 12 orang. Dengan rincian, 2 aparat kepolisian dan 10 orang warga sipil.

Hingga berita ini diturunkan, polisi masih melakukan evakuasi korban dan melakukan sterilisasi lokasi. Pasalnya, selain tiga geraja, ada dua gereja lagi di surabaya yang menjadi korban ledakkan bom.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera saat ditemui di lokasi mengatakan bahwa ledakan ini menyebabkan 13 orang terluka. 11 orang jemaah Gereja, serta dua orang dari petugas kepolisian. "Data awal yang kita deteksi ada 13 orang korban. Namun kita belum tahu pasti berapa yang luka dan berapa yang meninggal," ujarnya.

Barung mengatakan bahwa ledakan ini diduga ada upaya bunuh diri dari seseorang yang saat ini belum teridentifikasi. (*)

BERITA REKOMENDASI