Diduga Harimau Jawa, IPB Teliti Feses Kucing Besar dari Ujung Kulon

UJUNGKULON, KRJOGJA.com – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyatakan bahwa Harimau Jawa telah punah pada 1989 silam. Jejaknya hanya tinggal kenangan setelah tak kunjung ada aktivitas yang tertangkap dari hewan dengan nama latin Panthera Tigris Sondaicus tersebut.

Namun, baru-baru ini, dunia konservasi hewan dikejutkan dengan munculnya seekor kucing besar dengan belang yang menyerupai Harimau Jawa. Bahkan, beberapa warga dan nelayan mengaku sering melihat harimau di sekitar kawasan konservasi Ujung Kulon, Pandeglang, Banten.

Meski demikian, pengakuan tersebut tak disertai bukti visual hingga hanya dianggap angin lalu. Namun ada yang berbeda di tanggal 25 Agustus 2017, saat itu para petugas di sekitar Pulau Peucang, salah satu wilayah konservasi, mendengar auman serupa harimau di Padang Penggembalaan Cidaon yang ada di ujung Pulau Jawa.

Mendengar suara tersebut, salah satu petugas langsung menaiki menara observasi untuk melihat asal suara tersebut. Hasilnya ada banteng yang mati akibat diburu, yang mengejutkan, ada ekor yang muncul dari balik bangkai tersebut.

Para petugas yang menjaga langsung mengambil video penampakan itu. Hasilnya, ada seekor kucing besar yang muncul dari balik bangkai. Kucing besar tersebut memiliki loreng yang mirip dengan Harimau Jawa yang telah lama punah.

Penelitian pun langsung digelar banyak pihak. Kabar Harimau Jawa yang "bangkit" dari kepunahan menyebar bak jamur di seluruh penjuru Indonesia. Temuan itu memberikan harap munculnya populasi baru dari Harimau Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon.

Namun, para peneliti hewan meragukan temuan itu sebagai Harimau Jawa. Indikasinya ada pada morfologi atau bentuk tubuh dari kucing besar itu sama sekali tak mirip dengan Harimau Jawa yang kokoh besar. Sedangkan kucing besar yang terekam memiliki bentuk yang kecil bahkan sama dengan burung merak.

World Wildlife Federation (WWF) bahkan menjelaskan bahwa temuan tersebut bukan Harimau Jawa, melainkan macan tutul (Panthera Pandus). Terkait adanya belang pada tubuh kucing besar itu, WWF berdalih bahwa kemungkinan ada mutasi genetik dari kucing besar itu sehingga corak tutul menyatu dan menyerupai loreng dari harimau.

"Kami berani bilang bahwa 99% kucing besar yang terekam video itu merupakan macan tutul atau Pantera Pandus. Secara morfologi, kucing besar itu tak mirip dengan harimau," jelas Direktur Konservasi WWF, Arnold Sitompul. (*)

BERITA REKOMENDASI