Digitalisasi Sektor Transportasi Perlu Diantisipasi

JAKARTA.KRJOGJA.com – Badan Penelitian dan Pengambangan Kementerian Perhubungan (Balitbanghub) harus melakukan inovasi dan terobosan, untuk mengantisipasi dan mengimbangi pesatnya pengembangan startup dan teknologi digitalisasi sistem informasi di sektor transportasi.

"Perkembangan teknologi informasi sudah mengubah gaya hidup masyarakat termasuk dalam bertransportasi. Untuk itu perlu berbagai terobosan dan perubahan cara berpikir," kata Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi saat membuka Workshop Digital Transportation Talk dengan tema "Eksplorasi Potensi Pemanfaatan Inovasi (StartUp) untuk Peningkatan Kinerja Transportasi" yang diselenggarakan Balitbanghub, di Jakarta, Rabu (28/2).

Menurut Menhub salah satu upaya untuk mengantisipasi pesatnya teknologi tersebut adalah dengan membuka ruang seluas-luasnya untuk berkreasi, berinovasi, dan tidak dibatasi atau steril terhadap berbagai kondisi peraturan yang ada saat ini. "Sehingga diperoleh alternatif-alternatif berbagai solusi baru di sektor transportasi,” ujarnya.

Melalui kegiatan workshop ini, diharapkan juga dapat memberikan masukan dan rekomendasi yang inovatif kepada insan perhubungan baik kepada operator, regulator, akademisi, masyarakat dan pelaku startup sendiri. "Dalam workshop ini diharapkan akan bermunculan ide-ide baru maupun masukan dari isu isu strategis di sektor transportasi yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi peluang-peluang baru baik berbasis big data analisis maupun berbasis produksi,” kata Menhub.

Dengan begitu dapat menjadi peluang berkembangnya industri startup di sektor transportasi. Kegiatan ini juga dapat berlanjut untuk menjadi media komunitas berkumpul dan berdiskusi, sekaligus membuka media baru sebagai knowledge sharing untuk pengembangan inovasi atau startup bagi peningkatan sinergi kebijakan dan kinerja transportasi yang berkelanjutan.

Peran pemerintah, menurut Menhub adalah mendorong para pelaku startup, khususnya di sektor transportasi, untuk mengembangkan inovasi teknologi digital. "Dalam mengantisipasi perkembangan teknologi yang pesat, diharapkan semua pihak bekerja sama sehingga lahir terobosan dan inovasi dari ketidakmungkinan yang bisa menjadi solusi demi terwujudnya sistem transportasi yang handal, efisien, efektif dan terjangkau," paparnya.

Perkembangan startup di Indonesia berada di peringkat empat dunia dengan jumlah startup 1.716 di bawah negara Amerika Serikat berjumlah 28.821 startup, India berjumlah 4.753 startup, dan Inggris 2.983 startup. (Imd)

 

 

BERITA REKOMENDASI