Dijadikan Museum Batik, KPK Hibahkan Rumah Djoko Susilo di Solo

JAKARTA, KRJOGJA.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menghibahkan barang rampasan berupa satu bidang tanah beserta bangunan dari terpidana kasus korupsi simulator Surat Izin Mengemudi (SIM) Djoko Susilo. Aset tersebut akan diserahkan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta untuk dijadikan Museum Batik.

"Untuk memaksimalkan pemanfaatan barang rampasan dari perkara tindak pidana korupsi dan TPPU yang ditangani KPK, Selasa, 17 Oktober 2017, KPK akan menghibahkan barang milik negara yang berasal dari barang rampasan negara kepada Pemkot Surakarta," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Jakarta, Senin (16/10/2017).

Menurut Febri, barang rampasan dalam perkara korupsi dan Tindak TPPU dengan terdakwa Djoko Susilo itu telah berkekuatan hukum tetap berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor: 537 K/PIDSUS/2014.

Aset yang dihibahkan sendiri berupa satu bidang tanah beserta bangunan di atasnya yang terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan Nomor 70, Kelurahan Sondakan, Kecamatan Laweyan, Kotamadya Surakarta Propinsi Jawa Tengah.

"Dengan luas tanah 3.077 m2 yang telah dibukukan dalam buku tanah hak milik No. 3142, Kelurahan Sondakan dan luas bangunan 597,75 m2 senilai Rp 49.126.962.000, dan dalam kondisi baik," papar Febri.

Museum Batik itu, dikatakan Febri guna mendukung visi Pemkot Surakarta sebagai kota budaya dan pariwisata. Dasar hibah sendiri diatur dalam Surat Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) atas nama Menteri Keuangan Nomor: S-234/MK.6/2017 tanggal 15 September 2017 hal Persetujuan Hibah Barang Milik Negara yang berasal dari Barang Rampasan Negara Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia kepada Pemerintah Kota Surakarta.

"Proses penyerahan akan dilakukan di lokasi objek hibah, yaitu di Jalan Perintis Kemerdekaan Nomor 70, Kelurahan Sondakan, Kecamatan Laweyan, Kotamadya Surakarta Propinsi Jawa Tengah, pukul 09.00 – selesai yang diserahkan langsung oleh Pimpinan KPK kepada Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo," tutup Febri. (*)

BERITA REKOMENDASI