Dikagumi Dunia, Jebolan BLK Lotim Terserap 100 Persen

LOMBOK TIMUR, KRJOGJA.com – Balai Latihan Kerja (BLK) Lombok Timur (Lotim) telah melatih 1.398 orang pada program pelatihan kapal pesiar selama rentang 2015 hingga 2017 dan seluruh peserta langsung mendapatkan pekerjaan setelah mengikuti pelatihan tersebut.

"Saat ini 1.398 orang itu telah bekerja langsung di kapal pesiar Royal Carribean. Jadi, jebolan BLK Lombok Timur 100 persen terserap karena langsung bekerja," kata Kepala BLK Lotim Sirman saat berdialog dengan wartawan Kemnaker di BLK Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Jumat (23/3/2018).

Penyerapan tenaga kerja di kapal pesiar itu didasatkan atas perjanjian kerja sama antara BLK Lombok Timur dengan Royal Caribean yang dimulai sejak 2015. Dalam perjanjian kerja sama it, kapal pesiar Royal Caribean mengirimkan instruktur pelatih, sekaligus menyiapkan materi untuk melatih calon tenaga kerja di BLK Lombok Timur.

Sementara itu BLK Lombok Timur, jelas Siman, menyediakan fasilitas tempat pelatihan berupa gedung dan anggaran. Pelatihan program kapal pesiar ditempatkan dengan jurusan atau kejuruan yang telah dilatih, meliputi cleaner, galley utility, pool atendant, room services, commis, cafe attendant, cook helper, commis, dan waiters.

"Pada 2015 melatih sebanyak 650 orang. Pada 2016 melatih 120 orang, tahun 2017 melatih 628 orang," kata Sirman yang mengaku bangga karena kini banyak anak didik dari BLK Lombok Timur yang telah bekerja di Amerika, Eropa, dan sebagian wilayah Asia. "Keluarga peserta merasa senang. Pergi setahun, pulang beli tanah," paparnya.

Para calon tenaga kerja rata-rata dilatih tiga bulan sebelum menjadi karyawan di Royal Caribian. Perbedaan lama waktu pelatihan bergantung jurusan yang dipilih. Sirman mengatakan, selain fokus pada program kapal pesiar, BLK Lombok Timur juga membuka program pelatihan perhotelan untuk memenuhi permintaan peserta yang tidak berniat bekerja di di luar negeri.

"Pada pertengahan 2017, dibuka pelatihan program perhotelan untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja lokal, khususnya Lombok yang sudah diresmikan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika," kata Sirman dengan menuturkan, untuk tenaga kerja perhotelan ini banyak juga yang bekerja di Yogyakarta. (Ful)

BERITA REKOMENDASI