Dikhawatirkan Terjadi Lonjakan Covid-19 Usai Pilkada

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mewanti-wanti lonjakan kasus positif virus corona usai pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 di 270 daerah, 9 Desember mendatang.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, salah satu yang harus diantisipasi penyelenggara pemilu yakni demonstrasi lanjutan pascapilkada. Wiku berkata di sejumlah negara, demonstrasi pascapemilu menjadi faktor peningkatan kasus Covid-19.

“Di beberapa negara seperti Belarusia, Polandia, Serbia dan Singapura terjadi tren peningkatan kasus setelah pemilu yang juga disebabkan oleh faktor lain seperti demonstrasi lanjutan pasca-pemilu,” kata Wiku.

Wiku berharap, Pilkada Serentak tidak menjadi ajang penularan baru atau bahkan melahirkan klaster baru Covid-19. Masyarakat diminta selalu mematuhi protokol kesehatan selama gelaran pilkada 2020 berlangsung.

Menurut dia, Pilkada dapat berlangsung aman apabila semua pihak, baik pemilih, peserta, maupun penyelenggara tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Wiku juga meminta kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di daerah untuk tak segan mengambil tindakan tegas jika menemukan calon kepala daerah yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Bawaslu diminta berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 daerah untuk segera membubarkan kegiatan kampanye yang menimbulkan kerumunan. (*)

BERITA REKOMENDASI