Dikonfrontasi KPK Terkait Korupsi E-KTP, Ganjar Pranowo Senang

JAKARTA (KRjogja.com) – Mantan anggota Komisi II ‎DPR, Ganjar Pranowo mengaku senang usai diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP) tahun 2011 – 2012.

"Kebetulan tadi ada yang langsung dikonfrontasi ke saya, ya saya jawab apa adanya, ya saya senang," ujar Ganjar di kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (7/12/2016).

Dalam hal ini, Ganjar sempat dipertanyakan oleh penyidik lembaga antirasuah soal dugaan aliran dana e-KTP yang mengalir ‎ke Komisi II. Namun, Gubernur Jawa Tengah tersebut mengaku tidak pernah merasakan dana segar seperti yang dikatakan Nazaruddin.

"Saya jawab tidak," ungkapnya.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Indonesia (PDIP) itu juga mengaku dicecar penyidik terkait pembahasan anggaran proyek e-KTP yang berujung kerugian negara miliaran rupiah. Namun, ia perlu mengingat proses pembahasannya dengan membuka dokumennya kembali.

"Tadi memang lebih banyak ditanya soal penganggaran, memang agak lama sedikit karena beberapa data minta dikonfirmasi sehingga kami harus membuka ingatan termasuk dokumen-dokumen,"‎ tukasnya.

Seperti diketahui, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Nazaruddin sempat menyinggung keterlibatan sejumlah nama dalam kasus e-KTP. Nazaruddin menyebut banyak pihak yang menikmati uang dari proyek yang merugikan negara sebesar Rp2 triliun.

Pada kasus tersebut KPK baru menetapkan dua tersangka. Mereka adalah mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri, Irman dan mantan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Ditjen Dukcapil Kemendagri‎, Sugiharto. Ketua KPK, Agus Rahardjo memastikan pihaknya tak akan berhenti pada penetapan dua tersangka itu. Pihaknya yakin ada pihak lain yang turut kebagian uang haram korupsi e-KTP. (*)

 

BERITA REKOMENDASI