Dilema Pemerintah Buka Sekolah

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengakui pemerintah dilematis ketika hendak memberlakukan kebijakan membuka kembali kegiatan mengajar dan mengajar di sekolah umum maupun madrasah. Sebab pembukaan sekolah di tengah wabah virus corona (Covid-19) saat ini terkait dengan perlindungan kesehatan masyarakat.

“Pembukaan kegiatan sekolah/madrasah dan perlindungan kesehatan menjadi dilema yang sangat sulit bagi Pemerintah,” kata Ma’ruf.

Lebih lanjut, Ma’ruf mengutip hasil studi di beberapa negara yang menunjukkan gangguan pada pendidikan dapat menyebabkan dampak jangka panjang bagi kelompok rentan.

Bagi kelompok ini, kata dia, pendidikan tidak hanya memberikan keamanan dan perlindungan tetapi yang lebih penting adalah juga harapan bagi mereka di masa depan.

Ma’ruf turut menilai dilema juga terjadi manakala proses belajar di rumah masih menimbulkan persoalan ketidaksetaraan. Salah satunya masih banyak rumah tangga yang tidak dapat memiliki akses internet untuk melakukan kegiatan tersebut.

Terlebih lagi, mengutip data dari SUSENAS-BPS tahun 2018, ada sekitar 61 persen anak tidak memiliki akses internet di rumahnya.

“Untuk itu, perlu disiapkan bagaimana belajar di rumah dapat tetap efektif dan anak dapat terlayani pendidikannya dengan menyesuaikan kondisi anak, ketersediaan koneksi internet, infrastruktur, dan fasilitas untuk belajar berbasis daring, terutama di wilayah yang akses internet sangat terbatas,” kata dia.

Tak hanya itu, Ma’ruf mengatakan pembukaan kegiatan belajar mengajar di pesantren dan sekolah keagamaan berbasis asrama juga menjadi dilema tersendiri karena terkait fasilitas yang minim.

Mengingat, saat ini masih banyak pesantren tak memiliki sarana dan prasarana memadai, serta belum ada standar baku perbandingan jumlah santri dan luas kamar tidurnya. “Sehingga sangat sulit untuk menerapkan physical distancing,” kata dia. (*)

BERITA REKOMENDASI