Din Terima Bantuan Advokasi MHH-HAM PP Muhammadiyah

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Din Syamsuddin menerima baik uluran bantuan advokasi Tim Advokat Majelis Hukum dan HAM (MHH-HAM) PP Muhammadiyah, dengan telah menandatangani surat kuasa. Selanjutnya Tim Advokat akan segera mengambil langkah hukum baik kepada GAR ITB maupun KSAN serta pihak-pihak lain yang terkait.

“Langkah hukum yang cerdas dan elegan seperti yang akan dilakukan oleh tim advokasi menjadi sangat penting. Namun sesuai dengan watak Muhammadiyah yang wasatiyah (moderat atau adil, seimbang),” kata Din dalam siaran pers yang diterima Redaksi KRJOGJA.com, Sabtu (20/02/2021).

Dalam menghadapi persoalan ini, Din juga berharap pihak-pihak yang mendukungnya untuk tetap bersikap tenang. Ia ingin menyikapi tudingan GAR ITB dengan rasional. “Mengedepankan akal untuk menjadikan kita kaum berakal,” katanya.

Sementara dalam kunjungan ke kediaman Din Syamsuddin, Koordinator Tim Advokasi MHH-HAM PP Muhammadiyah Gufroni SH MH, Jumat (19/02/2021) menyebutkan, Tim antara lain akan menempuh langkah hukum yang tersedia guna mendapat data dan fakta yang seterang-terangnya atas tuduhan yang tidak mendasar kepada Prof Din. Salah satunya akan meminta informasi terkait surat GAR ITB yang dimaksud kepada KSAN dan langkah hukum lainnya yang dirasa perlu.

Tim Advokat juga meminta kepada GAR ITB agar menarik surat yang dilayangkan ke KSAN dan meminta maaf secara terbuka kepada Prof Din, sebagai upaya penyelesaian damai yang bermartabat. Juga menghentikan kegaduhan yang telah ditimbulkannya. Tim Advokat meminta agar semua komponen bangsa yang lain kembali fokus pada upaya penanggulangan pandemi Covid-19. Sehingga pandemi dapat segera tertangani dan bangsa ini kembali dalam semangat kebersamaan mewujudkan Indonesia yang sejatera bermartabat dan berkeadilan.

Terharu

Terus terang Din merasa terharu sekaligus memberi apresiasi kepada PP Muhammadiyah lewat MHH-HAM. “Ini menunjukan perhatian, simpati dan dukungan pada saya dalam menghadapi masalah yang sedang saya hadapi terkait tuduhan radikal oleh segelintir alumni ITB yang menamakan dirinya Gerakan Anti Radikalisme (GAR) yang berdimensi luas. Dan secara khusus melakukan pembunuhan karakter. Tidak terlepas dengan Muhammadiyah, organisasi yang saya ada di dalamnya dan juga dengan umat Islam secara keseluruhan,” katanya.

Sebelumnya Koordinator Tim Advokasi MHH-HAM PP Muhammadiyah Gufroni, SH MH selain memberikan pandangan hukum juga menawarkan bantuan advokasi kepada Ketum PP Muhammadiyah 2005-2015. Dan atas pandangan hukum dan tawaran advokasi tersebut menurutnya Prof Din berkenan menerima bantuan advokasi dengan menandatangani surat kuasa.

“Melalui surat kuasa tersebut Tim Advokat Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah akan segera mengambil langkah hukum baik kepada GAR ITB maupun KSAN serta pihak-pihak lain yang terkait yang telah mengesankan pandangan kritis Prof Din sebagai bentuk sikap radikal,” ujarnya. (Fsy)

BERITA REKOMENDASI