‘Diplomasi Nasi Goreng’ Tak Akan Ubah Peta Politik

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Pertemuan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dinilai tidak akan mengubah peta politik di parlemen.

"Pertemuan Pak SBY dan Pak Prabowo hanya memperjelas saja peta politik yang selama ini sudah terjadi di parlemen," kata Sekretaris Fraksi Partai Hanura Dadang Rusdiana.

Menurut Dadang, peta itu sudah terlihat sejak pengesahan Rancangan Undang-undang Penyelenggaraan Pemilu (RUU Pemilu) pekan lalu. Saat itu 10 fraksi di DPR terpecah menyikapi isu krusial RUU Pemilu.

Empat fraksi yaitu Gerindra, Demokrat, PKS dan PAN melakukan aksi walk out, karena menginginkan agar ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold ditiadakan . Sedangkan, enam fraksi partai koalisi pendukung pemerintah, PDIP, NasDem, Golkar, Hanura, PKB, dan PPP mendukung ambang batas presiden sebesar 20/25 persen. "Saya kira partai pendukung Pemerintah, kecuali PAN masih solid dan berjalan seiringan," kata dia.

Meski demikian, kata Dadang, pertemuan SBY-Prabowo dinilai memiliki dampak positif terhadap perkembangan politik di Indonesia karena memperlihatkan keharmonisan antarpimpinan partai politik. (*)

BERITA REKOMENDASI