Diplomat Senior Berbagi Pengalaman di Fisipol Unihaz

Editor: Ivan Aditya

BENGKULU, KRJOGJA.com – Fakultas Ilmu-llmu Sosial dan Politik (Fisipol) Universitas Prof Dr Hazairin SH (Unihaz) Bengkulu mengadakan acara webinar, Sabtu (18/09/2021). Acara bertajuk ‘Diplomasi : Kiprah Diplomat Indonesia di Mancanegara’ itu mendengarkan paparan dari 3 diplomat senior yakni Bagas Hapsoro (Dubes RI untuk Swedia merangkap Latvia 2016 – 2020), Hari Asharyadi (Deputy Chief of Mission di Paris 2012-2016) dan Sutadi (Minister Counsellor KBRI Addis Ababa 2017-2018).

Rektor Unihaz, Dr Ir Yulfiperius MSi menyatakan kegiatan berbagi pengalaman ini sangat relevan dengan program studi Fisipol karena jurusan hubungan internasional juga mendalami masalah tersebut dari aspek teori. Diharapkan pengalaman para diplomat senior dapat menambah bobot materi yang diajarkan di Unihaz.

”Sangat membanggakan bahwapara pimpinan dan pejabat daerah Bengkulu sebagian besar adalah lulusan Universitas Prof Dr Hazairin SH sebagai perguruan tinggi pertama dan tertua di propinsi Bengkulu ini,” ujar Yulfiperius.

Dekan Fisipol Unihaz yang juga selaku ketua pelaksana webinar, Dr Harmiati Msi menyatakan pengalaman dan pengetahuan di bidang diplomasi sangat bermanfaat bagi dosen dan mahasiswa. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai universitas yang mempunyai jurusan hubungan internasional, administrasi publik dan jurusan lainnya.

Tujuan dari webinar ini adalah untuk menambah ilmu pengetahuan berkaitan dengan isu politik, ekonomi hingga sosial budaya, konsuler dan perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia. Diharapkan wawasan para mahasiswa dan peserta lainnya akan dapat mengetahuifungsi diplomatik yang nanti akan disampaikan para narasumber.

”Saya yakin teman-teman di Unihaz dimasa sekarang dan mendatang akan menghadapi dan memanfaatkan kesempatan yang hadir saat tercapainya negara Indonesia yang maju, sejahtera dan berkepribadian Pancasila,” ujar Bagas Hapsoro mengawali paparannya.

Pemapar berikutnya, Hari Asharyadi pengalaman penugasan di lima Perwakilan: Thailand, Belanda, Yaman, Uni Emirat Arab (UAE) dan Perancis mengatakan posisi tawar Indonesia terhadap Thailand sangat tinggi dan hubungan dua negara sangat dekat dan salah satu faktor pendukung adalah karena keduanya merupakan pendiri ASEAN.

Sementara itu hubungan RI-Belanda, meskipun mengalami pasang surut bahkan residu-residu masalah masih ada misalnya masalah Republik Maluku Selatan, memiliki ikatan sejarah yang kuat. Demikian juga dengan Yaman.

“Posisi Indonesia sangat tinggi mengingat Yaman merupakan negara termiskin di kawasan Timur Tengah. Dalam kaitan dengan UAE, posisi tawar Indonesia tidak begitu kuat mengingat UAE merupakan negara maju dan modern sehingga daya tawar diplomasi Indonesia terarah lebih pada isu-isu nonpolitik, terutama ekonomi perdagangan dan pariwisata. Adapun dengan Prancis, Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim moderat punya leverage yang cukup kuat,” tambahnya.

Dr Alexander MSi dosen Fisipol Unihaz menyatakan beragamnya bidang tugas yang ditangani diplomat membuat spektrum pengalaman dan pengetahuan seseorang diplomat menjadi luas mulai dari politik, ekonomi sampai perlindungan. Buku ini diharapkan dapat terus di update sesuai dengan dinamika diplomasi yang cepat. (*)

BERITA REKOMENDASI