Direktur TVRI Bantah Ada Pemotongan Honor Karyawan

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Direktur Program dan Berita TVRI Apni Jaya Putra membantah terjadi pengurangan honor seperti yang dikeluhkan sebagian karyawan usai penayangan Liga Inggris.

Apni mengatakan, TVRI tak pernah memotong honor bagi para karyawannya. Meski ia mengakui bahwa beberapa kali pembayaran honor terlambat karena mesti melalui proses verifikasi. 

"Enggak ada yang dipotong, honor mereka dibayar. Ada keterlambatan iya tapi tetap dibayarkan," ujar Apni.

Sebelumnya, sejumlah karyawan mengaitkan pemecatan Direktur Utama TVRI Helmy Yahya dengan langkahnya membeli hak siar Liga Inggris. Kebijakan itu dinilai memengaruhi produksi dan kesejahteraan karyawan TVRI. Selain honor, karyawan juga mengeluhkan pemotongan uang makan.

Apni juga membantah pemotongan uang makan tersebut. Selama ini, menurutnya, tak ada yang disebut dengan uang makan melainkan uang program. 

Apni menegaskan, pembelian hak siar Liga Inggris sama sekali tak mengganggu pos anggaran program TVRI. Penayangan Liga Inggris yang nilainya disebut mencapai Rp40 miliar memiliki pos anggaran yang berbeda dengan program lain.

"Liga Inggris tidak menyita anggaran apa pun, anggarannya berbeda," katanya. 

Apni juga membantah tudingan karyawan produksi yang menyebut tak bisa bekerja sejak TVRI menyiarkan Liga Inggris. Studio produksi TVRI disebut sudah jarang beroperasi sejak enam bulan terakhir. (*)

BERITA REKOMENDASI