Disrupsi Teknologi Jadi Peluang Pelaku Sociopreneur

Editor: KRjogja/Gus

JAKARTA, KRJOGJA.com – Disrupsi teknologi yang dipercepat dengan disrupsi akibat pandemic COVID-19 bisa menjadi peluang para pelaku sociopreneur untuk berkembang dan membesarkan gerakan dengan syarat komitmen dan konsistensi. Tanpa kedua prinsip tersebut, mustahil gerakan nirlaba akan berkelanjutan dan memberikan dampak luas bagi masyarakat.

Demikian kesimpulan dari “Sociopreneur Discussion Series Talk” yang dibawakan oleh Nadia Hasnah Humairah, ambassador dari Padusi.id, di Jakarta, Senin (12/4/2021). “Kami bersyukur atas merebaknya minat anak muda sebagai sociopreneur yang terjun langsung dan berkontribusi positif bagi masyarakat,” ungkapnya.

Senada dengan itu disampaikan Ainun Chomsun, founder gerakan social Akademi Berbagi (Akber) yang tahun ini masuk usia ke-11. Ia menegaskan bahwa spirit sociopreneur pada dasarnya bukan hal baru bagi masyarakat Indonesia. Bangsa ini, dibangun dengan semangat gotong royong dan spirit saling membantu.

“Sekarang aja kita menyebutnya keren, relawan. Tapi, sebenarnya spirit itu sudah menjadi wisdom yang diwariskan orang-orang tua kita dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Ainun dalam Sociopreneur Discussion Series tang merupakan talk show online yang diselenggarakan Padusi setiap pekan.

BERITA REKOMENDASI