Dituding Rugikan Negara Sampai Rp200 Miliar, Berikut Tanggapan Pabrik Rokok Rexo

Terkait hal ini, Anthonius Adhi Soedibyo dan Michael Sugijanto selaku Tim Kuasa Hukum CV. Megah Sejahtera menegaskan, pemberitaan mengenai potensi kerugian negara hingga Rp 200 M per tahun ini sama sekali tidak teruji kebenarannya, baik secara materiil maupun kredibilitas narasumber yang mengungkapkan proyeksi kerugian tersebut.

“Ini sudah sudah menyerang kehormatan atau nama baik Klien kami di muka umum. Berdasarkan ketentuan hukum, Klien kami seharusnya punya hak untuk melakukan koreksi sebelum sebuah narasi yang mengandung unsur pencemaran nama baik diberitakan. Setidaknya, kami mohon kesempatannya untuk mengeksekusi Hak Jawab Klien kami sebagai pihak yang dirugikan secara langsung” terangnya.

Michael mengungkapkan, kliennya sudah memberikan laporan dan tanggapan tertulis mengenai pemberitaan yang tidak teruji kebenarannya tersebut, kepada Direktorat Jenderal Bea Cukai di Malang.

“Tindakan ini, ditambah dengan permohonan untuk mengeksekusi Hak Jawabnya, menunjukkan bahwa Klien kami memiliki itikad baik untuk meluruskan pemberitaan ini, bukan malah berusaha mangkir atau menutup-nutupi,” tegasnya.

Michael juga menambahkan, “Hasil analisa LOW RISK itu sebenarnya sudah menjadi bukti yang cukup bahwa Klien kami telah menjalankan usahanya sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku selama ini.”

“Ditambah lagi, klarifikasi dari Klien kami mengenai jalur distribusi rokok merk REXO sudah cukup jelas untuk membuktikan ketidakbersalahannya,” katanya.

Jadi tegas Michael, selama tidak bisa dibuktikan sebaliknya, sekiranya tidak pantas bagi pihak mana pun untuk mendalilkan hal-hal yang bernada menjatuhkan, apalagi dengan tujuan untuk diketahui oleh umum.

“Selain merupakan bentuk pelanggaran terhadap asas praduga tak bersalah dalam Undang-undang Pers, ini juga jelas-jelas melanggar Pasal 310 KUHP tentang pencemaran nama baik, terutama bagi narasumber dan oknum-oknum terkait yang ingin menjatuhkan kredibilitas merek rokok REXO,” kata dia.

Sebelumnya, ramai diberitakan bahwa aktivis Komunitas Pemuda Merah Putih (KPMP) Bergerak Yusu Halawa mengungkapkan, rokok ilegal merk REXO diduga diselundupkan ke Sumatera lewat perairan di Kepulauan Riau (Riau).

Yusu menyebut, rokok ilegal tersebut diproduksi CV Megah Sejahtera di Malang.

“Jika memang beliau memiliki bukti-bukti yang kuat bahwa apa yang didalilkan itu benar merupakan kesalahan dari Klien kami, kami sangat terbuka untuk klarifikasi secara langsung,” tandas Michael.

“Mewakili CV. Megah Sejahtera dan Bapak Robby, kami ingin mengucapkan terima kasih atas kecepatan respons dan cara pihak media menanggapi permohonan kami. Semoga bisa menjadi contoh tata kelola media yang baik bagi media-media lain”, tutupnya.  (*)

 

 

BERITA REKOMENDASI