DIY Tim Pembina Provinsi Terbaik di Kabupaten/Kota Sehat

JAKARTA, KRJOGJA.com – Pemda DIY kembali meraih penghargaan sebagai Tim Pembina Provinsi Terbaik dalam Program Kota/Kabupaten Sehat (KKS) yang diadakan Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Kesehatan. Penghargaan
untuk Pemda DIY diserahkan Menteri Kesehatan (Menkes) dr Terawan Agus Putranto kepada Wakil Gubernur (Wagub) DIY Paku Alam X di Gedung Sasana Bhakti Praja Kemendagri, Jakarta Pusat, Selasa (19/11).

Selain Pemda DIY, Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul, Gunungkidul dan Sleman juga mendapatkan penghargaan kategori Swasti Saba Wistara. Sedangkan Kabupaten Kulonprogo mendapatkan Swasti Saba Wiwerda. Penghargaan diberikan sesuai regulasi bersama Mendagri dan Menkes No 34 Tahun 2005 dan No 1138/PB/IX/2005.

Paku Alam X mengungkapkan, keberhasilan Pemda DIY tidak lepas dari kerja sama dan sinergi antara pemerintah, institusi pendidikan, swasta maupun masyarakat. Khususnya dalam menciptakan kondisi wilayah yang aman, nyaman, bersih, dan sehat yang dimulai dari keluarga, sehingga bisa memotivasi masyarakat untuk mengimplementasikan budaya hidup bersih dan sehat di DIY menuju Yogyakarta yang Sehat dan Lestari.

"Saya bersyukur Pemda DIY berhasil meraih penghargaan sebagai Tim Pembina Provinsi Terbaik dalam KKS 2019. Kebahagiaan itu semakin terasa lengkap, karena empat kabupaten/kota se-DIY juga mendapatkan anugerah KKS tertinggi Swasti Saba Wistara dan satu kabupaten lagi Swasti Saba Wiwerda,” kata Paku Alam.

KKS diikuti 29 provinsi dan 202 kabupaten/kota pada tahun ini. Untuk tahun 2019 diserahterimakan penghargaan  kepada enam Tim Pembina Provinsi Terbaik dan 177 Kabupaten/Kota Penerima Swasti Saba yang dikategorikan Swasti Saba Padapa, Wiwerda, dan Wistara.

Menkes Terawan Agus Putranto mengatakan, Program KKS bertujuan supaya tercapai kondisi kabupaten/kota bersih, aman, nyaman dan sehat untuk dihuni dan sebagai tempat bekerja bagi warganya, dengan terlaksananya berbagai program kesehatan dan sektor lain, sehingga dapat meningkatkan sarana, produktivitas dan perekonomian masyarakatnya.

”Kami berharap momentum pemberian penghargaan ini memberi manfaat dan pemahaman yang sama akan arah dan kebijakan pembangunan kesehatan. Terutama di seluruh kabupaten/kota di Indonesia menuju Indonesia Sehat,” ujar Menkes.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY Pembayun Setyaningastuti menyampaikan, penghargaan ini merupakan penghargaan pembangunan kesehatan lingkungan yang melibatkan lintas sektor, pemangku kepentingan dan masyarakat. Yang harus digarisbawahi adalah keterlibatan lintas sektor yang mengacu pada 10 parameter atau tatanan yang harus dilaksanakan untuk memenuhi persyaratan tersebut.

"Bukan penghargaannya, tetapi tatanan-tatanan yang ada mulai dari kesehatan, perumahan, pariwisata, lingkungan dan lain-lain. Hal ini sangat erat kaitanya bagaimana Pemda menggerakkan semua kemampuan dan sumber daya yang ada untuk menjadikan kabupaten/kota itu menjadi lebih sehat, inklusif dan produktif,” jelasnya.

Pembayun menuturkan, upaya tersebut juga melibatkan sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Jadi yang membuat penghargaan ini bergengsi justru berkat peran dan komitmen Pimpinan Daerah untuk menggerakkan lintas sektor. Dari ratusan kabupaten/kota, hanya dipilih beberapa yang berhak menerima penghargaan tersebut, di mana seluruh kabupaten/kota di DIY mendapatkannya.

"Tahun ini adalah tahun prestasi kita karena seluruh kabupaten/kota di DIY mendapatkan penghargaan. Sebelumnya Kulonprogo tidak mendapatkan penghargaan KKS 2017. Penghargaan ini sekaligus menjadi bukti sumber daya yang di daerah bisa dikuatkan untuk meningkatkan kemakmuran dan derajat kesejahteraan masyarakat,” ujar Pembayun. (Ria/Ira/Ati) 

BERITA REKOMENDASI