Djoko Tjandra Ditangkap Lewat ‘P to P’

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Polri menyatakan telah berkoordinasi selama satu hingga dua pekan dengan kepolisian di Malaysia untuk menangkap buronan kasus hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Tjandra. Mekanisme itu biasa dikenal dengan proses ‘P to P’ (police to police).

“Jadi police to police ini kita sudah kita lakukan kurang lebih seminggu sampai dua minggu semenjak peristiwa tersebut terjadi (dugaan Djoko Tjandra di Malaysia),” kata Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Dia menerangkan, setelah mendapat informasi tersebut, pihak kepolisian melakukan penyelidikan. Kemudian, aras perintah dari Presiden RI, Joko Widodo dan Kapolri Jenderal Idham Azis pihaknya pun menangkap buronan itu.

Menurut Listyo, Djoko Tjandra terlebih dahulu diamankan oleh kepolisian Diraja Malaysia. Selanjutnya, terpidana dalam kasus yang ditangani oleh Kejaksaan Agung itu diserahkan kepada pihak Polri.

“Prosesnya handing over. Jadi begitu bisa diamankan oleh pihak-pihak kepolisian Diraja Malaysia selanjutnya langsung diserahkan ke kita, lalu kita lakukan penangkapan,” ungkap Listyo.

Meski demikian, Listyo enggan mengungkapkan lokasi penangkapan Djoko Tjandra saat berada di Malaysia. Jenderal bintang tiga tersebut hanya mengatakan bahwa Djoko Tjandra diamanakan di sebuah tempat di Kuala Lumpur, Malaysia. (*)

BERITA REKOMENDASI