Doni Monardo : Manusia Perantara Bertambahnya virus Korona di tanah air.

JAKARTA, KRJOGJA.com  Manusia
menjadi media perantara kasus bertambahnya positif virus Korona di tanah air.

Demikian Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Doni Monardo,dalam pengarahan  pada ” Fellowship Jurnalisme Perubahan Perilaku (FJPP) – Media Cetak & Media Ciber” gelombang pertama,Rabu (14/10 2020)

Karena itu, upaya menegakkan protokol kesehatan dengan melakikan 3M yakni harus memakai masker, harus menjaga jarak, dan harus mencuci tangan adalah hal yang mutlak dilakukan.

“Covid-19 itu berbahaya. Tetapi manusia yang membawa Covid-19 atau sebagian carrier itu jauh lebih berbahaya,” ujar Doni .

Pada prakteknya kita banyak  melihat bahwa menjaga jarak dan menghindari kerumunan adalah hal yang masih sulit dilakukan. Menurutnya hal itu banyak terjadi di beberapa daerah, oleh karena itu diperlukan upaya kolektif dalam menegakkan 3M tersebut.

“Yang berisiko adalah jika tanpa diketahui dia adalah carrier atau pembawa virus. Inilah yang berbahaya,” jelas Doni.

Karena itu harus kita sadari bahwa setiap saat setiap detik potensi penularan selalu ada, disiplin adalah harga mati. Sedikit saja kita lengah, kita abai dengan protokol kesehatan, maka kita akan mudah terpapar,” tambahnya.

Dalam hal ini, setiap wilayah yang telah memiliki penderita atau pasien Covid-19 menjadi wilayah yang tidak lagi aman. Oleh sebab itu, kesadaran masyarakat akan bahaya Covid-19 dan pemahaman bahwa penyakit yang menyerang sistem pernafasan itu benar-benar nyata dan bukan rekayasa.

Dalam masa pandemi ini, tidak ada senjengkal tanah pun di wilayah yang telah menjadi status pandemi menjadi aman. Tidak ada. Oleh karena itu kita harus selalu waspada tidak boleh lengah,” katanya..

Covid-19 ini nyata, bukan rekayasa, apalagi konspirasi,” tegasnya.

Doni mengingatkan agar masyarkat di tiap daerah meningkatkan   kesadaran akan pentingnya memutus rantai penyebaran virus Covid-19.

“Banyaknya daerah dengan risiko sedang jangan sampai membuat kita lalai sehingga daerah tersebut menjadi risiko tinggi. Upaya yang harus kita lakukan untuk membuat daerah dengan risiko tinggi dan sedang menjadi rendah, sedangkan daerah yang tidak ada Covid-19 tetap terjaga,” jelas Doni .

Tak hanya kedisiplinan menjalankan protokol kesehatan Covid-19, Doni juga mengimbau masyarakat untuk lebih mendekatkan diri pada Tuhan agar terhindar dari papran virus mematikan tersebut. Ia merumuskan tiga hal, yakni Iman, Aman dan Imun sebagai panduan masyarakat agar selamat di masa pandemi.

Ia menegaskan, tiga hal tersebut harus dilakukan dan dalam hal ini masyarakat harus menjadi ujung tombak dalam rangka pencegahan penularan virus asal China tersebut, sedangkan tim medis adalah garda terakhir.

“Pencegahan dengan 3 hal utama menghindari Covid-19 yakni Iman, Aman, dan Imun. Iman dengan menjalankan ibadah sesuai agama; Aman dengan memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mencuci tangan; dan Imun dengan olahraga teratur, istirahat cukup, tidak panik, dan makanan bergizi,” tandas Don

Menurut Ketua Satgas COVID-19 Doni Monardo, OTG bisa lebih ‘berbahaya’ dari pasien corona yang sudah sembuh.

“Ini harus disampaikan pada publik agar menghindari aktivitas berkerumun, hindari yang menyebabkan mengancam keselamatan diri sendiri, apalagi orang lain,” kata Doni Monardo .

Ditambahkan, orang yang belum melakukan pemeriksaan dan ternyata positif atau reaktif (OTG) setelah dilakukan tes lebih membahayakan dirinya dan orang lain ketimbang para pasien COVID-19 yang sudah dinyatakan sembuh.

Usai melakukan aktivitas di luar, termasuk ikut unjuk rasa, imbuh Doni Monardo, tanpa sengaja OTG ini dapat menulari keluarga terdekatnya, terutama orang tua yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid.

Maka dari itu, Doni Monardo berpesan agar seluruh komponen masyarakat dan keluarga bisa saling menguatkan dan mengajak orang lain disiplin menjalankan protokol kesehatan.

Pasien OTG harus melakukan isolasi mandiri dengan disiplin selama 10-14 hari sejak terkonfirmasi positif.

Selalu pakai masker selama menjalani isolasi.Tidak bepergian ke luar rumah hingga masa isolasi mandiri selesai.

Gunakan telemedis atau konsultasi online dengan pakar kesehatan yang kredibel.Selama isolasi, kamar pasien OTG harus terpisah dari anggota keluarga lainnya.

Cek kondisi tubuh dengan mengukur suhu, denyut nadi, dan tekanan darah secara rutin.Jalankan perilaku hidup bersih dan sehat, makan gizi seimbang, olahraga teratur, tenangkan pikiran.Jaga kebersihan dan kesehatan di rumah.Jangan lupa selalu #ingatpesanibu dan menerapkan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, serta menjaga jarak dan menghindari kerumunan.(ati/tom)

BERITA REKOMENDASI