Dosen IPB Simpan Bom Molotov, Ini Kata Pengamat Terorisme

JAKARTA, KRJOGJA.com – Salah satu dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) berinisial AB ditangkap polisi setelah diduga dalam upaya menginisiasi dan menggerakkan pembuatan bom molotov massal untuk Aksi Mujahid 212 pada Sabtu, 28 September 2019.

Pengamat Teroris dari Universitas Indonesia (UI), Al Chaidar menilai, AB ingin membuat kekacauan karena kekecewaan yang memuncak atas berbagai masalah yang terjadi di Indonesia.

"Tapi belum masuk dalam radar peneliti terorisme, mungkin karena kecewa dan marah atas bertubi-tubinya masalah krisis yang tak teratasi di negeri ini. Ini semacam ekspresi yang oleh Pankaj Mishra disebut sebagai ‘age of anger’ atau zaman kemarahan," katanya kepada Okezone, Selasa (1/10/2019).

Chaidar melanjutkan, kemarahan AB tidak tersalurkan ke dalam jaringan teroris, sehingga dia bergerak sendiri.

"Dia ingin memberontak dengan cara-cara yang penuh amarah namun tak terakomodasikan dalam jaringan perlawanan kaum teroris, lalu dia bergerak sendiri," ucapnya menggambarkan analisisnya terkait situasi AB.

AB ditangkap polisi setelah diduga dalam upaya menginisiasi dan menggerakkan pembuatan bom molotov massal untuk Aksi Mujahid 212.

AB diamankan pada Sabtu, 28 September 2019, di Jalan Hasyim Asyari, Tangerang Kota. Barang bukti yang disita petugas salah satunya bom molotov siap pakai untuk Aksi Mujahid 212 berjumlah 29 buah.

 

 

BERITA REKOMENDASI