DPR Pernah Dorong BIN Beli Senjata

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyari mengatakan, Komisi I pernah mendorong Badan Intelijen Negara (BIN) melengkapi sejumlah fasilitas pembelajaran kepada taruna Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN), salah satunya pembelian senjata api.

"Kalau kaitannya dengan STIN BIN itu, kami pernah mendorong kepada STIN karena anggarannya ada di BIN. Kami tidak bahas sampai satuan tiga, namun mendorong agar taruna STIN tidak belajar dengan menggunakan senjata replika," kata Abdul Kharis.

Dia mengatakan, tidak mungkin para taruna STIN belajar, namun menggunakan senjata replika dari kayu dan juga tidak bisa kalau mau belajar menembak harus pergi ke lapangan menembak milik Kepolisian karena memakan waktu.

Menurut dia, taruna STIN berjumlah 400 orang lebih sehingga hal itu membuang-buang waktu. Karena itu, Komisi I DPR mendorong agar BIN memiliki tempat sendiri.

Akan tetapi, politisi PKS itu mengatakan, Komisi I DPR tidak terlibat dalam satuan tiga atau pengadaan senjata di BIN, namun hanya memberikan dorongan. Dia menyarankan agar publik bisa mengeceknya langsung karena merupakan domain eksekutif, misalnya mekanisme pengadaan senjata. (*)

BERITA REKOMENDASI