Drone Bawah Laut yang Ditemukan di Selayar Diduga Milik China

Editor: Ivan Aditya

MAKASSAR, KRJOGJA.com – Sebuah benda logam mirip rudal yang kemudian diketahui sebagai kendaraan bawah laut otonom (drone) atau seaglider ditemukan nelayan di wilayah perairan Selayar, Sulawesi Selatan. Belakangan, TNI mengambil alih temuan drone tersebut untuk diselidiki Pangkalan Angkatan Laut Utama ke-6 di Makassar.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono mengonfirmasi bahwa benda mirip rudal itu adalah seaglider. “Jadi, alat itu ditemukan nelayan, nelayannya ini, dan ini [menunjuk ke arah seaglider] bentuknya masih persis seperti yang ditemukan,” kata Yudo di Gedung Pushidrolik, Ancol, Jakarta Utara.

Yudo menerangkan nelayan yang berasal dari Desa Majapahit, Selayar, menemukan benda itu sekitar pukul 07.00 Wita, 26 Desember 2020. “Nelayan saat memancing ada alat tersebut muncul, kemudian ditemukan dan dibawa,” katanya.

Benda itu diterbangkan ke Pushidrosal di Ancol untuk diselidiki lebih lanjut asal muasalnya, dan pemilik Seaglider tersebut. Yudo memberi instruksi khusus ke anak buahnya hingga satu bulan ke depan.

“Jadi tidak ada tulisan apapun di sini. Kita tidak rekayasa bahwa yang kita temukan seperti itu masih persis seperti yang ditemukan nelayan tersebut kita bawa ke sini,” katanya.

Meskipun TNI AL mengaku masih belum bisa mengidentifikasi asal muasal seaglider tersebut, pekan lalu para peneliti pertahanan dan keamanan menduga dengan melihat dari fotonya bahwa Seaglider itu milik China. (*)

BERITA REKOMENDASI