Dua Staf Hukum Ahok Dilarang Masuk Sidang

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA (KRjogja.com) – Sidang perkara dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau yang dipanggil Ahok kembali dilanjutkan, Selasa (20/12/2016). Sidang kedua ini mengagendakan tanggapan dari jaksa penuntut umum atas eksepsi atau nota keberatan yang disampaikan terdakwa dan tim kuasa hukum pekan lalu.

Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Dwiarso Budi Santiarto di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Sesaat setelah duduk di depan majelis hakim, Ahok sejenak menengok ke belakang, tempat pengunjung sidang dan melempar senyum serta melambaikan tangannya seraya berterima kasih kepada para relawan yang datang menghadiri persidangan.

Ruang sidang Koesoemah Atmadja kembali penuh oleh pengunjung. Bahkan sebagian berdiri karena tak kebagian kursi. Ahok didampingi tim kuasa hukumnya, antara lain Trimoelja D Soerjadi, Humphrey Djemat, Sirra Prayuna, Tommy Sihotang dan adik perempuan Ahok, Fifi Lety Indra.

Majelis Hakim sempat menanyakan dua staf hukum Ahok yang tidak hadir di persidangan, salah satunya Rian Ernes. Alasan ketidakhadiran Rian adalah karena dirinya tidak diperkenankan masuk oleh kepolisian dan petugas PN Jakarta Utara.

"Yang buat saya heran adalah tim penasehat hukum walaupun ada surat kuasa tak bisa masuk. Ada total 33 yang hadir hari ini tapi hanya sepertiga yang bisa masuk. Enggak tahu kenapa," kata Rian di luar Gedung PN Jakarta Utara. (*)

BERITA REKOMENDASI