Dukungan Parpol Kurang, Pasha Ungu Hingga Bupati Kendal Kandas

Editor: KRjogja/Gus

PALU, KRJOGJA.com – Pasangan Anwar Hafid dan Sigit Purnomo alias Pasha Ungu gagal maju sebagai Calon Gubernur-Wakil Gubernur (Cagub-Cawagub) di Pilkada 2020 Sulawesi Tengah (Sulteng). Keduanya tak cukup mendapat dukungan parpol untuk memenuhi syarat minimal batas pencalonan.

“Kegagalan ini disebabkan koalisi yang dibangun tak berhasil memenuhi syarat sembilan kursi di DPRD Provinsi Sulteng,” kata Sekretaris Badan Pemenangan Pemilu DPP Demokrat Kamhar Lakumani dalam keterangannya, Minggu (6/9).

Pasangan Anwar-Pasha Ungu hanya mendapatkan dukungan dari Demokrat (4 kursi), PAN (2 kursi) dan PPP (1 kursi). Kamhar mengatakan merasa sedih atas gagalnya pencalonan Anwar yang merupakan kader Partai Demokrat ini. Ia mengaku tak mudah menerima kegagalan tersebut. Karena, berbagai lembaga survei menyatakan, elektabilitas Anwar-Pasha Ungu di posisi teratas dengan selisih signifikan di atas 10 persen. Pihaknya meyakini elektabilitas pasangan ini terus naik sejak memutuskan maju pada Maret lalu.

Ia mengatakan peristiwa ini menjadi pelajaran bagi Demokrat untuk meningkatkan jumlah kursi di Pileg 2024 nanti. Demokrat tak ingin kegagalan mengusung calon karena terbentur jumlah kursi semacam ini terulang.

Sementara Bupati Kendal Mirna Annisa juga gagal mendaftar sebagai calon bupati dalam Pilkada 2020, karena jumlah kursi di DPRD Kendal dua partai politik pengusung, yakni Partai Geridra (6 kursi) dan Nasdem (2 kursi), tidak memenuhi pesyaratan. Sebelumnya, Mirna sebagai petahana ikut penjaringan bakal calon bupati lewat PDIP. Namun rekomendasi dari PDIP jatuh ke Tino Indra W dan Mustamsikin (Ketua DPC PPP Kendal).

BERITA REKOMENDASI