Duterte Belajar ‘Petrus’ dari Indonesia

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto, menyatakan masyarakat punya tingkat kepercayaan tinggi pada Tentara Nasional Indonesia, meski  TNI masih memiliki beban sejarah pelanggaran Hak Asasi Manusia. Wiranto juga menyebut tidak adil bila ada pihak yang menilai kinerja TNI di masa lalu dengan situasi saat ini yang sudah berbeda.

"Jangan samakan pendahulu kami dengan kondisi sekarang. Situasi politik dan hukum berbeda, dulu dan sekarang berbeda," kata Wiranto.

Mantan Panglima ABRI itu mencontohkan, aksi penembakan misterius (Petrus) yang terjadi di tahun 1980-an pun mendapat apresiasi pada masanya. Bahkan, ia menyatakan, secara tidak langsung cara itu ditiru presiden Filipina Rodrigo Duterte yang saat ini sedang berperang melawan pengedar Narkoba.

"Duterte saja mengakui dia belajar seperti itu (menembak pengedar narkoba) dari kami. Saat itu Duterte melontarkan pernyataan. 'Saya ini kan belajar dari Indonesia," ujar Wiranto.

Wiranto juga mengapresiasi upaya yang sudah dilakukan Panglima TNI Gatot Nurmantyo saat ini. Ia menyebut hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting tahun lalu, bahwa TNI adalah lembaga negara paling dipercaya masyarakat, tak lepas dari peran para penglima TNI sebelumnya. (*)

BERITA REKOMENDASI