Duterte Temui Misuari Minta Bantuan Pembebasan Sandera

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA (KRjogja.com) – Pemerintah Indonesia terus menjalin koordinsi dengan Pemerintah Filipina terkait upaya pembebasan 10 warga negara Indonesia yang masih disandera oleh kelompok bersenjata Abu Sayyaf. Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan, Presiden Filipina Rodrigo Duterte akan mendatangi markas pemimpin Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF) Nur Misuari di Sulu, Filipina Selatan.

Menurut Gatot, Duterte akan meminta bantuan Misuari untuk melakukan negosiasi dengan kelompok Abu Sayyaf. Gatot menilai, pertemuan keduanya merupakan bukti keseriusan Pemerintah Filipina dalam melakukan pembebasan WNI yang disandera.

“Saya mendapat informasi, dalam waktu beberapa hari ini Presiden Duterte akan ke Sulu, ke tempat kampnya Nur Misuari. Berarti Pemerintah Filipina benar-benar akan berusaha membebaskan sandera,” ujar Gatot.

Gatot mengatakan, peran Misuari cukup penting dalam upaya menyelamatkan para sandera. Pemimpin kelompok separatis itu dianggap memiliki kedekatan dan pengaruh di kalangan kelompok penyandera pimpinan Abu Sayyaf di Filipina.

“Dia (Misuari) punya pasukan juga, punya pengaruh juga. Lobi tersebut merupakan bagian dari operasi intelijen,” kata Gatot. (*)

BERITA REKOMENDASI