Edy Rahmayadi Jawab Kritik Kemenpora

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Gubernur Sumatera Utara sekaligus Ketua Umum (Ketum) PSSI, Edy Rahmayadi, menjawab kritik Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) tentang gaya kepemimpinan di PSSI dan tudingan kebuntuan pihaknya dengan media.

Sebelumnya Kemenpora melalui Sesmenpora Gatot S Dewa Broto meminta agar gaya kepemimpinan Ketua PSSI Edy Rahmayadi berubah menjadi lebih baik pada 2019. Selain itu, Gatot juga ingin Edy tidak ketinggalan kabar sepak bola di Indonesia.

Edy kemudian menjawab kritikan tersebut kepada para awak media usai rapat komite eksekutif (Exco) PSSI di The Sultan Hotel pada Kamis (03/01/2018). Salah satu bahasan di rapat tersebut adalah Kongres PSSI pada 20 Januari 2018.

"Bagaimana? Media merasa (kebuntuan komunikasi)? Ada hubungan komunikasi yang jelek dengan saya? Ada? Anda (media) yang jawab itu seharusnya, apakah ada kebuntuan antara kita ini? Mungkin Kemenporanya yang buntu, bukan kita (Edy dan media)," kata Edy.

Lebih lanjut, Edy mengatakan kongres juga akan membahas mengenai Satuan Tugas Anti-Mafia Bola bentukan Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia. Hal ini lantaran dua pejabat PSSI yakni anggota Exco Johar Lin Eng dan Dwi Irianto alias Mbah Putih, baru-baru ini ditetapkan sebagai tersangka pengaturan skor.

"Ya pasti lah (membahas Satgas Anti-Mafia Bola di Kongres PSSI), 'anak' kami diperiksa. Saya yakin (Johar dan Dwi) diperiksa ini untuk dicari ada salahnya atau tidak," tutur Edy.

"Kalau salah, dihukum. Saya ingin itu, dan PSSI bisa jadi bersih karena ini. Bukan hal-hal yang lain ya," katanya melanjutkan. (*)

BERITA REKOMENDASI