Eggi Sudjana Menolak Diperiksa Polisi

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Pengacara Eggi Sudjana menyatakan akan menolak diperiksa polisi terkait Saracen, sindikat penyebar konten ujaran kebencian dan bernuansa SARA. Eggi mengatakan kedatangan dirinya memenuhi panggilan polisi hanya akan memperburuk citranya sebagai seorang advokat.

"Kalau saya datang, artinya saya pengacara bodoh, penakut, enggak ngerti hukum. Itu persoalannya. Bukan saya tidak mau," kata Eggi.

Dia menegaskan sosok yang wajib menjadi saksi dan memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan, penuntutan, dan peradilan tentang suatu kasus pidana adalah yang mendengar, melihat, dan mengalami. Hal itu, katanya, sesuai dengan Pasal 1 Angka 26 Kitab Hukum Undang-undang Pidana (KUHP). Atas dasar itu, Eggi yang mengklaim tidak pernah terlibat bahkan tak mengetahui seluk-beluk grup Saracen itu menolak panggilan polisi.

Selain karena merasa tidak terlibat dalam grup Saracen, Jasriadi yang disebut sebagai Ketua Saracen juga pernah mengaku hanya mencatut nama Eggi. Eggi berpendapat, polisi seharusnya menindaklanjuti laporan pihaknya dengan memeriksa Jasriadi, Ketua Bidang Hukum Sekretariat Nasional Jokowi Dedy Mawardi, dan eks staf Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok Sunny Tanuwijaya.

Nama-nama tersebut telah dilaporkan Eggi ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Senin (28/8) lalu, melalui kuasa hukumnya yaitu Razman Nasution. Laporan itu dibuat terkait dugaan tindak pidana pencemaran nama baik dan fitnah melalui media, yang menuduh Eggi terlibat dalam grup Saracen.

"Sampai detik ini kami enggak lihat hasil penyelidikannya, kenapa nama saya di situ. Jadi kalau enggak ada (hasil), ngapain panggil saya," ujarnya. (*)

BERITA REKOMENDASI