Ekonomi 2020 Diprediksi Tumbuh 4,8 Persen

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat pada 2020 nanti. Diperkirakan pertumbuhannya hanya mencapai 4,8 persen. Padahal target pertumbuhan ekonomi yang dipatok oleh pemerintah dalam APBN 2020 sebesar 5,3 persen. 

Direktur Riset Indef Berly Martawardaya menyampaikan proyeksi tersebut didasari oleh faktor ekspor yang melambat dan faktor jalur transmisi untuk investasi. Belum lagi, permasalahan defisit neraca perdagangan dan transaksi berjalan masih menghantui.

"Sepertinya kita tidak menikmati kenaikan seperti 5 atau 10 tahun lalu. Biasanya setelah pemilu ada kenaikan investasi, tapi dengan masalah perang dagang dan politik sepertinya sangat sulit buat kita alami tahun depan," imbuh Berly.

Selain itu, konflik dagang antara Jepang dan Korea Selatan yang ikut mempengaruhi prospek ekonomi di kawasan Asia, termasuk pertumbuhan ekonomi Singapura yang diperkirakan nol persen. 

Makanya, dari dalam negeri, konsumsi rumah tangga yang berkontribusi 55-57 persen terhadap pertumbuhan ekonomi terus dijaga. Untuk menjaga konsumsi rumah tangga, pemerintah menyalurkan bantuan sosial, sembari menjaga bansos tepat sasaran. 

"Jangan sampai uang yang ada dari APBN tidak tepat sasaran. Memang perlu di-update lagi data by name by address ya, sehingga betul-betul yang membutuhkan yang menerima. Jangan sampai bocor ke kelas menengah atas," jelas Berly. (*)

BERITA REKOMENDASI