Ekonomi Hijau Harus Menjadi Acuan Riset Masa Depan

JAKARTA, KRJOGJA.com – Ekonomi hijau harus menjadi acuan riset dan inovasi ke depan.

Demikian Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional , Bambang Brojonegoro ,dalam   webinar yang diadakan oleh Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia dengan tema ‘Inovasi Hijau di Era Adaptasi Baru Menuju Pembangunan Berkelanjutan’ Sabtu (19/9 2020)

Menristek/Kepala BRIN di awal paparannya mengungkapkan bahwa meskipun dunia saat ini sedang mengalami pandemi _Covid-19_ namun ada salah satu tujuan global sebenarnya tidak boleh diinterupsi oleh apapun yang terjadi. Tujuan itu adalah _Sustainable Development Goals (SDGs)_ yang merupakan upaya untuk membangun suatu masyarakat dengan mengintegrasikan ekonomi, sosial, dan lingkungan.

“Kalau kita baca _SDGs_ ini secara sederhana, pembangunan ekonomi tidak akan berkelanjutan jika tidak didukung dengan level yang sama di pembangunan sosial dan pembangunan lingkungan, demikian juga pembangunan lingkungan tidak akan berkelanjutan jika tidak didukung pembangunan di sisi ekonomi dan sosialnya dan hal yang sama juga berlaku di pembangunan sosial,” ungkap Menristek/Kepala BRIN.

Bambang PS Brodjonegoro melanjutkan, penerapan inovasi yang tidak terpisahkan dari _SDGs_ adalah penerapan ekonomi hijau yang inklusif. Ekonomi hijau yang inklusif harus menjadi acuan kedepannya dalam upaya riset dan inovasi dibidang lingkungan. Untuk menunjang itu semua maka diperlukan semangat _green innovation_.

BERITA REKOMENDASI