Ekonomi Tak Adil, Muncul Paham Radikal

DEPOK, KRJOGJA.com – Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto berpendapat, paham radikal akan muncul jika ada ketidakadilan terhadap ekonomi yang tidak sesuai pasal 33 UUD 45. Hal tersebut ia ucapkan terkait dengan dugaan maraknya paham komunisme.

"Saya kira semua paham radikal akan muncul kalau ada ketidakadilan, kemiskinan, penderitaan orang yang di lapisan paling bawah," ujar Prabowo dalam bedah buku berjudul 'Nasionalisme Sosialisme Pragmatisme: Pemikiran Ekonomi Politik Sumitro Djojohadikusumo' di Aula FEB UI Depok, Senin (18/9/2017).

Maka dari itu, Prabowo berpendapat, masyarakat harus diperkuat secara ekonomi. Sehingga bangsa Indonesia juga akan memilki ketahanan secara ideologis. Jika rakyat sejahtera, perbedaan pendapat akan menjadi hal yang biasa. Suasana bangsa juga akan menjadi sejuk dan tenang.

Dalam kesempatan itu Prabowo memamerkan buku terbarunya berjudul 'Paradoks Indonesia'. Dia menuangkan semua pemikirannya di buku tersebut terkait kondisi Indonesia saat ini. "Di buku saya, 'Paradoks Indonesia', ada angka-angka statistik yang sumbernya dari pemerintah dan bank dunia," tandasnya.

Prabowo juga menyayangkan kondisi Indonesia saat ini, di mana masih banyak masyarakat yang belum merasakan hidup sejahtera dan masih hidup di bawah garis kemiskinan. Padahal menurutnya, Indonesia memiliki sumber daya alam (SDA) yang melimpah yang jika dipergunakan dengan benar bisa menyejahterakan masyarakat.

"Kondisi Indonesia saat ini menurut saya suatu paradoks yang sangat tidak masuk akal. Negara kita diketahui terkaya ke-5 atau ke-6 di dunia," katanya. Menurut Prabowo, kekayaan alam Indonesia sudah diakui oleh dunia, yaitu laut yang luas, tanah subur dan cadangan mineral berlimpah. "Dari segi mineral dan komoditas, luas cadangan laut dan ikan kita sangat-sangat kaya," ujarnya.(*-4)

 

BERITA REKOMENDASI