Eks Saracen Masih Buat Hoaks

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Kapolri Jendral Tito Karnavian menyebut bahwa pihaknya mendeteksi sisa mantan anggota kelompok Saracen yang tinggal di Hongkong diduga bekerjasama dengan The Muslim Cyber Army (MCA) Family untuk memproduksi konten berita bohong (hoaks) soal penyerangan tokoh agama.

"Siapa menaikkan isunya (penyerangan tokoh agama) mereka mengkait dan bekerjasama satu sama lain. Terkait juga dengan sisa Saracen yang ada di Hongkong itu terkait isu ini," kata Tito.

Tito lanjut mengatakan bahwa kedua kelompok itu bertugas untuk memproduksi kabar hoaks, ujaran kebencian yang bernuansa SARA di media sosial. Salah satu ulah nyata kelompok ini dengan menerbitkan kabar hoaks adanya penyerangan sistematis terhadap ulama yang dilakukan oleh kelompok Partai Komunis Indonesia (PKI).

"Publik terpengaruh opini bahwa telah terjadi penyerangan yang sangat sistematis dengan target ulama. Dan kemudian kambing hitamnya terhadap kelompok tertentu, PKI," jelas Tito.

Kedua kelompok tersebut, kata Tito, memiliki kesamaan motif politik dengan cara menggiring opini masyarakat yang bermuara para proses mendelegitimasi kerja pemerintahan dan berujung pada pergantian kekuasaan.

"Tujuannya agar Pemerintah dianggap tidak kredibel kemudian supaya nanti ada pergantian pemerintahan dan lain-lain. Berarti motif politik," kata Tito. (*)

BERITA REKOMENDASI