Emirsyah Perintahkan Audit Untuk Pemilihan Pesawat

Menindaklanjuti masukan-masukan dari rapat direksi, berdasarkan diskusi di internal tim pemilihan, tim akhirnya mengubah usulan pemilihan pesawat sub-100 seater, dari Embraer E190ke Bombardier CRJ1000, yang secara faktual harganya lebih murah sekitar 3 juta dollar AS dibandingkan Embraer E190.

Berkaitan dengan adanya perubahan usulan yang dilakukan tim, Emirsyah Satar bahkan memerintahkan Satuan Pemeriksaan Internal (SPI) yang dibawahi Vice President Internal Audit, Sri Mulyati melakukan audit perhitungan dan kinerja terhadap usulan tim yang berubah.

Saksi Puji yang juga ikut sebagai anggota dalam tim pengadaan pesawat ATR 72-600 di Citilink menyatakan, tidak ada arahan, paksaan, atau intervensi dari Emirsyah Satar dalam pengadaan tersebut. Dalam persidangan saksi Sri Mulyati, Puji, dan Prijastono juga membenarkan bahwa pada tahun 2011 Garuda sudah menjadi perusahaan terbuka, sehingga Fleet Plan (rencana armada) dapat diakses oleh publik dari website Garuda.

Sementara itu, saksi Ni Made Merilya dari Bvlgari Resort menyatakan hanya memberikan keterangan berdasarkan dokumen dan yang bersangkutan tidak pernah melihat Emirsyah Satar di Bvlgari. Para saksi senada menyatakan bahwa keadaan Garuda Indonesia ketika dipimpin Emirsyah Satar mengalami perubahan dan perkembangan signifikan yang jauh lebih baik dari keadaan sebelumnya. (Imd).

BERITA REKOMENDASI