Empat Strategi CIMB Niaga Untuk Bantu UMKM

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJa.com – Head of Emerging Business Banking CIMB Niaga Tony Tardjo mengatakan, ada empat strategi CIMB Niaga untuk membantu pertumbuhan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yakni digitalisasi, percepatan proses, pengembangan ekosistem partnership dan suku bunga yang kompetitif.

“Dengan empat strategi tersebut maka akan memudah pelaku UMKM untuk menjalankan usahakan. Misalnya dengan adanya digitalisasi akan menjadi terobosan dan transformasi layanan perbankan. Kemudian dengan percepatan proses, diharapkan persetujuan kredit dalam 5 hari kerja, kalau bisa dibawah itu . CIMB Niaga pengembangkan partnership dengan fintech dan mitra UMKM serta memberikan tingkat suku bunga yang kompetitif untuk pembiayaan UMKM,” kata Head of Emerging Business Banking CIMB Niaga Tony Tardjo dalam acara Diskusi Bersama CIMB Niaga dan Batumbu secara virtual, di Jakarta, Selasa (19/10/2021).

Toni menjelaskan, kali ini CIMB Niaga bersama perusahaan financial technology (fintech) peer-to-peer lending PT Berdayakan Usaha Indonesia (Batumbu) semakin memperkuat kolaborasi dalam mendukung pertumbuhan bisnis pelaku UMKM. Dukungan tersebut diharapkan membawa manfaat positif untuk kebangkitan perekonomian Indonesia.

Kerja sama yang telah berjalan antara CIMB Niaga dan Batumbu dilakukan melalui skema channeling untuk memberikan akses finansial yang lebih luas bagi UMKM. Para pelaku usaha di segmen tersebut bisa mengajukan pinjaman untuk tagihan dagang (invoice financing) kepada CIMB Niaga melalui platform milik Batumbu, sehingga dapat terus mengembangkan bisnisnya.

Dipaparkan, sejalan dengan mulai meningkatnya aktivitas usaha setelah melewati fase menantang akibat pandemi, CIMB Niaga terus mendukung pertumbuhan bisnis UMKM, salah satunya melalui sinergi dengan fintech seperti Batumbu. Dengan mengedepankan kemitraan yang saling menguntungkan dan melengkapi keunggulan masing-masing, perbankan dan fintech dapat lebih fokus menumbuhkan usaha sesuai dengan keahlian utamanya.

“Kami melihat kemitraan yang baik antara perbankan dan fintech dapat menjawab momentum kebangkitan ekonomi Indonesia tahun ini. Melalui pemanfaatan digital platform, perbankan dapat meningkatkan efisiensi, menjangkau nasabah-nasabah baru yang belum tersentuh pembiayaan perbankan, serta meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia. Kami optimis, perekonomian kita ke depan akan semakin membaik,” kata Tony.

Untuk memberikan nilai tambah kepada nasabah UMKM, CIMB Niaga juga menghadirkan layanan kantor cabang di gawai melalui aplikasi OCTO Smart, yaitu sales force tools yang khusus dirancang untuk mendukung para tenaga sales CIMB Niaga. OCTO Smart dapat membantu kebutuhan perbankan nasabah/calon nasabah, seperti pengajuan pinjaman (lending) dan membuka rekening tabungan dan giro.

“Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi bagi CIMB Niaga maupun nasabah, karena kegiatan perbankan nasabah dapat dilayani tanpa harus datang kantor cabang,” tutur Tony

Menyinggung tentang pembiayaan CIMB Niaga, Tomi mengatakan hingga Juni 2021 portofolio pembiayaan mencapai Rp 20,5 triliun atau meningkat 2 persen dibanding Juni 2020 yang mencapai Rp 20,1 triliun. Sedangkan penambahan debitur pembiayaan pada Juni 2021 sebanyak 5.439 debitur atau meningkat 4 persen dari Juni 2020 yang mncapai 6.180 debitur

Sedangkan dana murah pada Juni 2021 mencapai Rp 24,3 triliun atau meningkat 21 persen dibanding periode yang sama tahun 2020 yang mencapai Rp 20,1 triliun. Sementara penambahan nasabah dana murah, pada Juni 2021 sebanyak 89.211 debitur naik 8 persen dibandingkan Juni 2020 yang hanya 82.438 debitur.

Toni, juga mengatakan, jumlah debitur yang di restrukturisasi mulai berkurang sejak tahun 2020, ini mengindikasikan kondisi pembiayaan makin membaik. Pada Desember 2020, restrukrisasi mencapai Rp 4 triliun dengan 818 debitur, sedangkan pada Juni 2021 jumlah restrukturisasi mencapai Rp 2,2 triliun dengan 430 debitur.

Sementara itu, CEO Batumbu Jenny Wiriyanto menyatakan, dengan telah terjalinnya kerja sama antara Batumbu dan CIMB Niaga, diharapkan dapat meningkatkan potensi Wira UMKM dalam membangun aliansi kemitraan strategis.

“Dengan demikian, kami dapat menghasilkan solusi keuangan kreatif dengan pendekatan melalui rantai pasok hulu ke hilir secara holistik untuk pemberdayaan ekosistem yang berkelanjutan. Hal ini diyakini akan dapat mempercepat kebangkitan dan pergerakan roda perekonomian UMKM Indonesia menuju Indonesia Bangkit,” kata Jenny.

Jenny menambahkan, bagi para pelaku UMKM yang ingin mengajukan pinjaman dapat memanfaatkan platform digital milik Batumbu secara mudah, aman, sehat, dan cepat, sehingga arus kas dapat terjaga dan bisnis terus berkembang secara berkelanjutan. (Lmg)

BERITA REKOMENDASI