Erick Thohir Akan Likuidasi BUMN Tak Berkembang

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir bakal melakukan likuidasi perusahaan pelat merah yang dinilai sudah tidak sehat atau terlihat tak berkembang. Likuidasi dipandang perlu demi memperbaiki BUMN secara keseluruhan.

Erick mencontohkan likuidasi bisa dilakukan ke BUMN seperti PT Iglas (Persero). Perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan kemasan gelas, khususnya botol ini masuk salah satu BUMN yang terus merugi dan sudah masuk dalam asuhan PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) atau PPA.

"Ya kalau likuidasi contoh perusahaan-perusahaan seperti Iglas terus gimana, mati segan hidup tak mau. Semua serba segan itu tidak sehatlah," ucap Erick.

Menurutnya, mendiamkan BUMN dalam kondisi seperti itu lebih kejam dibandingkan melikuidasi. Pasalnya mendiamkan akan membuat utang makin menumpuk.

Selain itu, kondisi tersebut juga bisa menyebabkan pegawai tak mendapatkan gaji. "Bahkan kalau hanya kamuflase perusahaan misalnya tidak ada pegawai atau tidak gajian. Itu lebih kejam," ucap Erick.

Tak hanya likuidasi, Erick juga sedang mengkaji konsolidasi anak hingga cicit usaha BUMN sesuai dengan bisnis inti (core business) nya masing-masing. Kementerian BUMN saat ini sedang mengevaluasi aset perusahaan pelat merah untuk merealisasikan rencana konsolidasi tersebut. (*)

BERITA REKOMENDASI