Erick Thohir Akan Pangkas Jumlah BUMN

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Kementerian BUMN berencana untuk menggabungkan sejumlah perusahaan dan menutup perusahaan milik negara yang berkinerja negatif. Menteri BUMN Erick Thohir mengungkap perusahaan BUMN harus memperbaiki bisnis inti.

"Jumlah BUMN terlalu banyak, harus dikurangi. Harus diperbaiki bisnis intinya, harus dimerger atau ditutup, tidak bisa berdiri sendiri semua karena terlalu banyak," ujarnya.

Ia menambahkan dengan perampingan itu, diharapkan kinerja BUMN dapat lebih fokus yang akhirnya mendorong kinerja menjadi lebih baik sehingga terbuka penciptaan lapangan pekerjaan secara berkelanjutan.

"Visi Presiden adalah cipta lapangan kerja, jangan nanti BUMN punya anak usaha hanya untuk menggemukkan diri dan diisi oleh kroni-kroni oknum," katanya.

Ia berharap jabatan BUMN diisi oleh kalangan profesional, terutama generasi muda dan bukan diisi oleh pensiunan sehingga tidak sesuai dengan visi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Kami mengharapkan orang-orang yang profesional, yang sesuai dengan tempatnya bukan karena hasil lobi-lobi. Mohon maaf, saya bukan anti orang tua, saya tetap apresiasi, tapi kalau diisi oleh pensiunan? Sedangkan 58 persen penduduk Indonesia muda, berarti kan tidak buka lapangan kerja," kata Erick. (*)

BERITA REKOMENDASI